Tim Gabungan Terus Buru DPO Penyerangan Polisi di Tumbang Kalemei
PALANGKA RAYA – Tim gabungan terus memburu para pelaku penyerangan personel Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan saat penggerebekan bandar sabu di Desa Tumbang Kalemei, Kecamatan Katingan Tengah, Kabupaten Katingan, Kamis (2/7/2026). Seorang pria berinisial R diamankan setelah diduga terlibat penyerangan yang menewaskan tiga anggota kepolisian saat menjalankan tugas.
Penangkapan terhadap R dilakukan Sabtu (4/7/2026) sekitar pukul 13.00 WIB di Desa Tumbang Kalemei. Informasi yang dihimpun, R merupakan keluarga dari target operasi berinisial BIO dan BU yang hendak ditangkap aparat dalam operasi pemberantasan narkotika saat itu.
Dalam operasi penangkapan tersebut, petugas turut mengamankan satu parang atau mandau yang diduga berkaitan tindak pidana. Parang itu telah diamankan polisi untuk penyelidikan lebih lanjut, termasuk mengungkap rangkaian peristiwa saat bentrokan terjadi.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono membenarkan adanya penangkapan satu lagi terduga pelaku penyerangan. Namun ia menegaskan, penyidik masih mendalami identitas lengkap maupun peran R dalam insiden berdarah itu.
“Saat ini statusnya masih dimintai keterangan. Penyidik masih mendalami identitas serta peran yang bersangkutan dalam kejadian tersebut,” ungkapnya.
Penangkapan R menambah daftar terduga pelaku yang telah diamankan polisi. Sebelumnya, tim gabungan lebih dahulu menangkap Saldy alias Ateng, warga Desa Tumbang Kalemei kelahiran 1988, setelah dicari pascapenyerangan terhadap anggota Satresnarkoba Polres Katingan.
Keberadaan Saldy diketahui setelah aparat menelusuri petunjuk di lapangan. Tim bergerak menuju lokasi persembunyian dan mengamankan yang bersangkutan tanpa perlawanan sebelum dibawa untuk pemeriksaan intensif.
Hingga kini, polisi masih mendalami sejauh mana keterlibatan masing-masing terduga pelaku dalam penyerangan tersebut. Pemeriksaan untuk mengungkap peran setiap orang yang diduga terlibat, termasuk hubungan mereka dengan target operasi yang menjadi sasaran penggerebekan.
Tim gabungan juga masih memburu nama-nama yang masuk daftar pencarian orang (DPO) yang diduga memiliki keterlibatan dalam kasus tersebut. Aparat memastikan pengejaran tidak akan dihentikan hingga seluruh pelaku diamankan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya sesuai hukum.
Hal tersebut menjadi bentuk komitmen dalam memberikan keadilan bagi tiga personel Satresnarkoba Polres Katingan yang gugur saat menjalankan tugas negara. Penyidikan terus dikembangkan untuk mengungkap secara menyeluruh rangkaian peristiwa serta peran seluruh pihak yang diduga terlibat dalam tragedi tersebut.
Seluruh pihak, baik masyarakat maupun pihak lain, untuk memberikan ruang kepada penyidik menuntaskan pengungkapan kasus tersebut. Saat ini proses penyidikan masih terus berjalan sehingga dibutuhkan situasi yang kondusif agar seluruh rangkaian penegakan hukum dapat berlangsung secara maksimal. (ter/ens)












