DPRD Gunung Mas

Dewan Minta Hurung Bunut Dibikin Hidup

140
×

Dewan Minta Hurung Bunut Dibikin Hidup

Sebarkan artikel ini
SAMBUTAN : Anggota DPRD Gunung Mas Rayaniatie Djangkan saat sambutan pada suatu kegiatan, beberapa waktu lalu. SEPANYA/RADAR KALTENG

KUALA KURUN – Menyandang status sebagai desa wisata selama hampir satu dekade dinilai belum cukup jika manfaatnya belum benar-benar dirasakan masyarakat. Karena itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mendorong agar pengembangan Desa Wisata Hurung Bunut dan Upon Batu tidak berhenti sebatas predikat.

Anggota DPRD Gunung Mas Rayaniatie Djangkan mengatakan, kedua desa tersebut telah ditetapkan sebagai desa wisata sejak 2016. Namun hingga kini, menurutnya, dampak ekonomi maupun peningkatan kesejahteraan masyarakat sekitar masih belum terlihat secara signifikan.

“Desa Upon Batu dan Hurung Bunut sudah lama ditetapkan sebagai desa wisata. Tetapi sampai sekarang masyarakat belum begitu merasakan dampak positifnya,” ujarnya, belum lama ini.

Politikus dari daerah pemilihan (dapil) I itu menilai pengembangan desa wisata tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi. Diperlukan kolaborasi lintas perangkat daerah agar potensi desa benar-benar bisa berkembang.

Menurut dia, dinas yang membidangi pariwisata, pertanian, perikanan, hingga pelaku UMKM harus bergerak bersama dalam membangun daya tarik wisata yang mampu mendatangkan pengunjung.

“Kalau semua OPD bersinergi, potensi desa bisa dikembangkan. Mulai dari kuliner khas, kerajinan masyarakat, hasil pertanian hingga produk UMKM bisa menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan,” katanya.

Rayaniatie meyakini, apabila potensi tersebut dikelola secara serius, Desa Hurung Bunut memiliki peluang besar menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan lokal. Letaknya yang berada di jalur strategis Kurun–Palangka Raya menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki banyak desa wisata lainnya.

Selain pembenahan objek wisata, ia juga menyoroti pentingnya promosi. Menurutnya, keberadaan papan penunjuk, baliho, maupun penanda yang menunjukkan Hurung Bunut sebagai desa wisata masih sangat diperlukan agar masyarakat luas mengetahui keberadaan destinasi tersebut.

“Jangan sampai status desa wisata hanya sekadar nama. Harus ada papan penunjuk atau baliho yang memberi tahu masyarakat bahwa Hurung Bunut adalah desa wisata. Promosi seperti ini juga menjadi pekerjaan rumah bagi OPD terkait,” tegasnya. (nya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *