PALANGKA RAYA – Pemadaman listrik bergilir yang terjadi di Kota Palangka Raya mulai menjadi perhatian Pemerintah Kota (Pemko) Palangka Raya. Selain mengganggu aktivitas masyarakat, gangguan pasokan listrik juga berdampak terhadap fasilitas publik hingga jalannya kegiatan pemerintahan.
Kondisi tersebut bahkan terjadi saat rapat di Gedung DPRD Kota Palangka Raya, Selasa (30/6). Di tengah penyampaian sambutan Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin, aliran listrik mendadak padam. Ruang rapat seketika gelap dan aktivitas sempat terhenti sebelum akhirnya genset dioperasikan sehingga rapat dapat dilanjutkan.
Usai rapat, Fairid mengaku hingga kini belum menerima penjelasan resmi mengenai penyebab pemadaman listrik bergilir yang terjadi dalam beberapa hari terakhir.
“Ya kita juga belum mengetahui secara jelas penyebab pemadaman listrik saat ini. Ada apa? Kenapa jadi pemadaman bergilir seperti ini?” ujarnya.
Menurut Fairid, pemerintah kota juga menerima banyak keluhan dari masyarakat yang terdampak pemadaman. Karena itu, pihaknya berharap PLN segera memberikan penjelasan terbuka terkait penyebab gangguan serta langkah penanganan yang sedang dilakukan.
“Kami juga berharap yang memiliki kewenangan terkait ini PLN mungkin bisa menjelaskan alasannya. Nanti kita cari tahu dulu apa yang terjadi, khususnya Kota Palangka Raya,” katanya.
Ia menjelaskan, persoalan yang dirasakan bukan hanya padamnya aliran listrik, tetapi juga tegangan listrik yang tidak stabil. Kondisi tersebut dinilai berpotensi merusak sejumlah fasilitas milik pemerintah.
“Yang terasa di kita ini adalah voltase naik turun. Penerangan Jalan Umum (PJU) akhirnya jeglek,” ungkapnya.
Dampaknya mulai terlihat pada sejumlah lampu PJU di Kota Palangka Raya. Setelah aliran listrik kembali normal, beberapa lampu jalan dilaporkan tidak berfungsi karena sistem pengatur waktunya kembali ke pengaturan awal.
“Setelah timernya reset ulang, akhirnya mati,” jelas Fairid.
Ia menegaskan, hingga saat ini Pemko Palangka Raya masih menunggu penjelasan resmi dari PLN terkait penyebab maupun solusi atas pemadaman listrik bergilir tersebut.
Sementara itu, mengenai kemungkinan pemanggilan pihak PLN, Fairid mengatakan pembahasan akan dilakukan bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Palangka Raya. Selain membahas persoalan listrik, agenda tersebut juga akan membicarakan penataan kabel utilitas di wilayah kota.
“Itu Satpol PP yang nantinya akan memanggil sekalian dengan perapian kabel Kota Palangka Raya juga,” pungkasnya.(sep)












