Kalimantan TengahPalangka Raya

Gangguan PLTGU Picu Pemadaman Bergilir di Kalselteng, PLN Pastikan Pasokan Batu Bara Aman

70
×

Gangguan PLTGU Picu Pemadaman Bergilir di Kalselteng, PLN Pastikan Pasokan Batu Bara Aman

Sebarkan artikel ini
Gangguan PLTGU Picu Pemadaman Bergilir di Kalselteng, PLN Pastikan Pasokan Batu Bara Aman.

PALANGKA RAYA – PT PLN (Persero) memastikan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah (Kalselteng) bukan disebabkan oleh kekurangan pasokan batu bara maupun energi primer, melainkan akibat gangguan operasional pada salah satu unit pembangkit.

Manager Komunikasi PLN UID Kalselteng, Ahmad Humaidi menyampaikan sistem kelistrikan Kalimantan saat ini masih beroperasi dan terkendali dengan baik. Adapun pemadaman yang terjadi di beberapa lokasi merupakan langkah manajemen beban yang dilakukan secara terbatas dan terukur untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan.

“Adanya padam di beberapa lokasi adalah sebagai langkah manajemen beban secara terbatas dan terukur untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan Kalimantan,” ujarnya saat memberikan pernyataan sementara.

Ia menjelaskan, langkah tersebut harus dilakukan setelah terjadi gangguan operasional pada unit pembangkit listrik tenaga gas dan uap (PLTGU) yang menyebabkan pasokan listrik ke sistem Kalimantan belum dapat beroperasi secara optimal. Menurutnya, kondisi tersebut sama sekali tidak berkaitan dengan ketersediaan energi primer maupun batu bara yang saat ini dipastikan dalam kondisi aman.

PLN, lanjut Ahmad terus melakukan percepatan pemulihan dengan mengoptimalkan pasokan dari pembangkit lain serta melakukan pengaturan operasi sistem guna menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik, sekaligus meminimalkan dampak kepada pelanggan.

“PLN memohon maaf atas ketidaknyamanan yang dialami pelanggan. Kami akan terus menyampaikan perkembangan kondisi sistem kelistrikan secara berkala melalui kanal resmi PLN,” katanya.

Sementara itu di tempat yang lain, Asisten Manager Keuangan dan Umum PLN UP3 Palangka Raya, Gian Wijaya menjelaskan akibat gangguan operasional tersebut, pembangkit belum mampu menghasilkan daya sesuai kapasitas maksimal sehingga pasokan listrik yang disalurkan ke masyarakat menjadi berkurang.

Ia mencontohkan, apabila sebuah pembangkit memiliki kemampuan menghasilkan daya 100 persen, dalam kondisi gangguan pembangkit hanya mampu memasok sekitar 70 hingga 75 persen kapasitasnya. Kondisi itu membuat PLN harus melakukan pengaturan beban pada jaringan distribusi listrik di sejumlah daerah.

“Kalau kami tidak melakukan manajemen beban, nanti akan terjadi potensi kegagalan sistem yang lebih besar. Karena itu dilakukan pengaturan beban pada wilayah-wilayah yang terdampak agar sistem tetap aman,” ujarnya.

Terkait proses pemulihan, Gian mengatakan PLN masih terus melakukan koordinasi dan perbaikan secara intensif. Meski perkembangan penanganan terus dilakukan setiap hari, pihaknya belum dapat memastikan kapan seluruh sistem akan kembali normal.

Selain itu, Gian menegaskan pemadaman bergilir yang terjadi di Kalselteng tidak berkaitan dengan isu nasional mengenai pasokan batu bara. Menurutnya, pasokan energi untuk sistem kelistrikan di wilayah Kalselteng saat ini masih mencukupi.

Di kesempatan yang sama Gian juga menjelaskan PLN saat ini terus mendorong pengembangan energi baru sebagai bagian dari transisi menuju energi yang lebih bersih. Namun, menurut Gian proses tersebut dilakukan secara bertahap dan membutuhkan waktu dalam beberapa tahun ke depan.(sep)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *