Feature

Budaya Dayak Warnai HUT ke-80 Bhayangkara

74
×

Budaya Dayak Warnai HUT ke-80 Bhayangkara

Sebarkan artikel ini
PERLOMBAAN : Peserta memperagakan kemampuan menganyam rotan dan lomba melukis dalam rangka memeriahkan HUT ke-80 Bhayangkara tahun 2026.FOTO RADAR KALTENG

Saat Rotan dan Warna Menyatukan Polisi dengan Masyarakat

Suasana Atrium Hall Duta Mall Palangka Raya, Rabu (24/6/2026), terasa berbeda dari biasanya. Di tengah ramainya pengunjung pusat perbelanjaan, deretan peserta tampak serius menorehkan warna di atas kertas. Sementara di sudut lain tangan-tangan tampak terampil menganyam rotan menjadi karya bernilai seni tinggi.

RICKY THEODORUS, Palangka Raya

KEGIATAN itu merupakan bagian dari rangkaian lomba melukis, mewarnai, dan menjawet uwei yang digelar Polda Kalteng dalam rangka HUT ke-80 Bhayangkara tahun 2026.

Dengan mengusung tema “Polri Untuk Masyarakat”, kegiatan tersebut berhasil menarik perhatian warga. Tidak hanya peserta yang datang dari berbagai kalangan, tapi juga pengunjung mal yang sengaja berhenti menyaksikan langsung perlombaan. Suasana ramai dan penuh kehangatan terlihat sejak pagi hingga penutupan.

Kapolda Kalteng Irjen Pol Iwan Kurniawan hadir langsung menutup kegiatan tersebut. Didampingi Wakapolda Brigjen Pol Yosi Muhamartha, para pejabat utama Polda, serta jajaran Bhayangkari Kalteng, Iwan menyaksikan antusiasme masyarakat yang begitu tinggi terhadap kegiatan yang memadukan seni dan budaya lokal itu.

Perlombaan tersebut bukan sekadar hiburan memeriahkan Hari Bhayangkara. Di balik itu, ada pesan penting yang ingin disampaikan. Yakni menjaga dan melestarikan budaya asli Kalimantan Tengah agar tetap dikenal oleh generasi muda.

Menurut kapolda, budaya Dayak memiliki kekayaan yang luar biasa. Jika tidak terus diperkenalkan dan diberi ruang untuk berkembang, bukan tidak mungkin nilai-nilai budaya tersebut perlahan memudar seiring perkembangan zaman. “Kegiatan yang melibatkan unsur budaya lokal menjadi salah satu cara efektif untuk menjaga warisan leluhur tetap hidup,” ucapnya.

Salah satu yang paling menyita perhatian pengunjung adalah lomba menjawet uwei atau menganyam rotan. Banyak warga terlihat berkumpul mengelilingi area perlombaan untuk melihat langsung bagaimana para peserta mengolah rotan menjadi berbagai bentuk kerajinan. Proses yang membutuhkan ketelitian dan kesabaran itu membuat banyak pengunjung kagum.

Di sisi lain, area lomba melukis dan mewarnai juga tak kalah meriah. Anak-anak peserta lomba tampak antusias menyalurkan kreativitas mereka melalui gambar bertema “Polri Untuk Masyarakat”. Tawa dan semangat para peserta cilik membuat suasana semakin hidup, sekaligus menunjukkan bahwa ruang berekspresi melalui seni masih sangat diminati masyarakat.

Melalui festival budaya tersebut, Polda Kalteng berharap hubungan baik antara kepolisian dan masyarakat semakin erat. Pendekatan melalui budaya dan kearifan lokal dinilai mampu membangun kedekatan yang lebih hangat, sehingga sinergi dalam menjaga keamanan dan ketertiban di Kalimantan Tengah dapat terus terjalin dengan baik. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *