PALANGKA RAYA – Program bantuan benih unggul untuk komoditas perkebunan strategis yang dijalankan Kementerian Pertanian mendapat perhatian dari berbagai pihak. Terutama terkait penguatan pengawasan dan efektivitas penyaluran di lapangan.
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Hatir Sata Tarigan menilai, program tersebut bukan hanya soal peningkatan produksi, tetapi juga menyangkut tata kelola dan ketepatan sasaran bantuan kepada petani.
Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap distribusi benih agar benar-benar diterima oleh petani yang berhak, sekaligus mencegah potensi penyimpangan dalam pelaksanaan program.
“Program ini sangat strategis, tetapi yang tidak kalah penting adalah pengawasan di lapangan. Bantuan harus tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan petani,” ujar Hatir Sata Tarigan, belum lama ini.
Menurutnya, kualitas benih unggul tetap menjadi faktor utama dalam meningkatkan produktivitas komoditas perkebunan seperti kelapa, kopi, kakao, tebu, mete, dan pala. Namun, tanpa pengawasan yang baik, dampak program bisa tidak optimal.
Ia juga menyoroti perlunya keterlibatan berbagai pihak dalam pengawalan program, mulai dari aparat penegak hukum hingga lembaga pengawasan, guna memastikan transparansi dan akuntabilitas bantuan pemerintah.
Sebagai daerah dengan potensi perkebunan yang besar, Palangka Raya diharapkan mampu menjadi bagian penting dalam mendukung keberhasilan program nasional tersebut.
Hatir menambahkan, sinergi antara pemerintah pusat dan daerah menjadi kunci agar program pengembangan perkebunan tidak hanya meningkatkan produksi, tetapi juga mendorong penguatan hilirisasi dan nilai tambah komoditas lokal.
“Jika dikelola dengan baik, sektor perkebunan bisa menjadi penggerak ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” pungkasnya. (ifa)












