PeristiwaUtama

Karyawan Swasta Tewas Misterius di Kamar Kos

1248
×

Karyawan Swasta Tewas Misterius di Kamar Kos

Sebarkan artikel ini
OLAH TKP : Kepolisian bersama tim inafis melakukan olah TKP di kamar kos Jalan Bandeng III, Kelurahan Bukit Tunggal, Kamis (11/6/2026) malam. IST/RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Suasana di kawasan Jalan Bandeng III, Kelurahan Bukit Tunggal, Kota Palangka Raya, Kamis (11/6/2026) malam, mendadak mencekam. Tangis seorang anggota keluarga memecah suasana tenang di deretan rumah kos. Warga yang semula beraktivitas seperti biasa langsung berhamburan keluar setelah mendengar kabar seorang penghuni kos ditemukan meninggal dunia mendadak dalam kamarnya.

Korban diketahui bernama Okta Putra Utama (31) dan merupakan seorang karyawan swasta yang telah menempati kamar nomor 9 sejak 2024 lalu. Ironisnya, keberadaan pria tersebut baru diketahui dalam kondisi tak bernyawa ketika keluarganya datang berkunjung. Saat itu, keluarga yang mencoba memastikan kondisi korban justru mendapati pemandangan yang mengejutkan.

Saat ditemukan, korban berada dalam posisi telentang di lantai kamar yang beralas karpet, di samping tempat tidur. Petugas menemukan sejumlah barang pribadi di sekitar lokasi, termasuk makanan dan telepon genggam yang sedang diisi daya.

Salah seorang penghuni kos, Ijong (40), mengaku tidak menyaksikan langsung proses penemuan jenazah. Namun dirinya mendengar tangisan keluarga korban yang membuat warga sekitar keluar dari kamar masing-masing. “Keluarganya yang nangis, baru saya keluar dari kos. Terus buka jendela dan lihat saudaranya sudah meninggal,” katanya di lokasi kejadian.

Kabar tersebut dengan cepat menyebar ke seluruh penghuni kos. Warga kemudian membantu menghubungi ketua RT, RW, hingga pihak kepolisian. Tidak lama berselang, petugas bersama ambulans datang ke lokasi untuk melakukan penanganan awal dan mengamankan tempat kejadian perkara.

Meski demikian, proses evakuasi tidak bisa dilakukan seketika. Petugas harus menunggu tim inafis untuk melakukan pemeriksaan terlebih dahulu. Menurut Ijong, jenazah baru dievakuasi sekitar satu jam setelah laporan diterima. “Awalnya sekitar pukul 20.00 WIB, lalu dievakuasi sekitar pukul 21.00 WIB setelah menunggu Inafis,” lanjutnya.

Di mata para tetangga, korban sendiri dikenal sebagai pribadi yang sangat tertutup. Selama dua tahun tinggal di lingkungan kos tersebut, hampir tidak ada interaksi yang terjalin dengan penghuni lain. Setiap hari ia berangkat bekerja pada pagi hari dan langsung kembali ke kamarnya setelah pulang. Bahkan sebagian tetangga mengaku tidak mengetahui nama lengkap korban.

Karena minim berinteraksi, warga sekitar juga tidak mengetahui aktivitas maupun kondisi kesehatan korban sehari-hari. “Dia jarang bergaul. Kalau pagi berangkat kerja, pulang langsung masuk kamar lagi. Orangnya memang pendiam,” tutur Ijong.

Korban disebut tidak pernah mengeluhkan sakit. Bahkan berdasarkan informasi dari rekan kerjanya yang datang ke lokasi, korban masih sempat bekerja seperti biasa sehari sebelumnya. “Temannya bilang kemarin masih masuk kerja dan kelihatannya sehat-sehat saja,” ungkap Ijong.

Berdasarkan hasil pemeriksaan visum, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan dan diketahui meninggal akibat tersengat listrik yang berasal dari kabel colokan miliknya. Korban juga diketahui telah meninggal dunia kurang lebih selama lima jam. (ter)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *