PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalteng Agie memberikan apresiasi langkah Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya membentuk Kelurahan Siaga Tuberkulosis (TBC). Langkah sebagai upaya memperkuat pengendalian penyakit menular tersebut hingga ke tingkat masyarakat.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) I meliputi Palangka Raya, Katingan, dan Gunung Mas, menilai program tersebut merupakan langkah positif dalam mendukung upaya pemerintah menekan angka kasus TBC serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pencegahan dan pengobatan penyakit tersebut.
“Program seperti ini sangat baik karena melibatkan masyarakat secara langsung dalam upaya pencegahan dan penanganan TBC. Kami tentu mendukung langkah-langkah yang dilakukan pemerintah daerah untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat,” ujar Agie, Kamis(11/6).
Menurutnya, keberadaan Kelurahan Siaga TBC dapat memperkuat kolaborasi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung target cegah TBC.
Politisi PAN itu menyambut baik penetapan empat kelurahan yang menjadi lokasi pelaksanaan program, yakni Kelurahan Jekan Raya, Pahandut, Menteng, dan Palangka. Ia berharap program tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Harapan kami program ini dapat berjalan secara berkelanjutan dan menjadi contoh bagi wilayah lain. Penanganan TBC membutuhkan dukungan semua pihak agar angka kasus dapat terus ditekan,” katanya.
Pembentukan Kelurahan Siaga TBC dilakukan untuk memperkuat penemuan kasus di masyarakat, melakukan pendampingan terhadap pasien selama menjalani pengobatan, serta meningkatkan edukasi guna menghilangkan stigma negatif terhadap penderita TBC. Program ini juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya TBC dan pentingnya deteksi dini.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, sepanjang Januari hingga Juni 2026 tercatat sebanyak 589 orang menjalani pengobatan TBC. Data tersebut menunjukkan bahwa penanganan TBC masih menjadi perhatian serius dan memerlukan keterlibatan berbagai pihak dalam upaya pencegahan maupun pengendaliannya.
Selain itu, masyarakat yang membutuhkan layanan pemeriksaan dan pengobatan TBC dapat mengakses layanan secara gratis di 11 puskesmas yang tersebar di Kota Palangka Raya.
“Dengan adanya sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat, kita berharap upaya pengendalian TBC dapat semakin optimal. Yang terpenting adalah masyarakat tidak takut untuk memeriksakan diri dan memberikan dukungan kepada pasien agar dapat sembuh sepenuhnya,” pungkasnya.(sep/*)












