PALANGKA RAYA – Misteri hilangnya Nely Siska (43) yang sempat mengundang perhatian warga dan memicu operasi pencarian di Sungai Kahayan akhirnya terungkap. Perempuan tersebut ditemukan dalam keadaan selamat pada Minggu (31/5/2026) pagi setelah diketahui bermalam di sebuah lanting milik warga di kawasan Puntun Ujung.
“Masih kami lakukan pemeriksaan. Korban dalam kondisi masih hidup,” ucap Kapolsek Pahandut, AKP Iyudi Hartanto, membenarkan melalui aplikasi perpesanan.
Sebelumnya, Nely dilaporkan hilang setelah diduga terjatuh atau tenggelam di Sungai Kahayan, kawasan Jalan Rindang Banua, Kecamatan Pahandut, Sabtu (30/5/2026) malam, sekitar pukul 17:30 WIB. Laporan tersebut membuat tim SAR gabungan melakukan pencarian hingga dini hari.
Namun, fakta yang terungkap kemudian berbeda dari dugaan awal. Berdasarkan informasi yang diterima pihak kelurahan, Nely ternyata sengaja melompat ke sungai dan berhasil menyelamatkan diri karena memiliki kemampuan berenang.
Lurah Pahandut Ahmad Reza mengatakan, perempuan tersebut berenang menjauhi lokasi kejadian hingga mencapai jarak kurang lebih sekitar satu kilometer. Dalam kondisi kelelahan, ia kemudian menemukan sebuah lanting atau jamban milik warga yang berada di tepian sungai.
“Jadi memang betul yang bersangkutan terjun ke sungai. Namun orangnya bisa berenang,” ucapnya saat dikonfirmasi, Minggu (31/5/2026).
Setelah berhasil mencapai lanting tersebut, Nely beristirahat dan tertidur hingga menjelang subuh. Keberadaannya baru diketahui ketika pemilik lanting datang dan mendapati seorang perempuan yang tidak dikenalnya berada di tempat itu.
Karena merasa curiga, pemilik lanting kemudian menanyakan identitas Nely dan melaporkan temuan tersebut kepada ketua RT setempat. Informasi itu lalu diteruskan kepada pihak terkait hingga akhirnya diketahui bahwa perempuan tersebut adalah warga yang sebelumnya dilaporkan hilang.
Berdasarkan informasi dari pihak kepolisian, peristiwa tersebut diduga dipicu persoalan rumah tangga. Cekcok dan perselisihan yang terjadi dengan sang suami S (49), disebut menjadi latar belakang keputusan Nely untuk melompat ke Sungai Kahayan dan meninggalkan rumah.
Meski demikian, persoalan tersebut kini telah dimediasi dan diselesaikan di kepolisian. Dengan ditemukannya Nely dalam keadaan selamat, operasi pencarian yang dilakukan tim SAR gabungan resmi dihentikan.
Sementara itu, kabar ditemukannya Nely disambut lega oleh pihak keluarga yang sejak Sabtu malam turut melakukan pencarian bersama warga dan tim SAR gabungan. Asfia Suriati, ipar korban, mengaku mengetahui kabar tersebut setelah mendapat informasi dari tetangga bahwa Nely telah berada di Polsek Pahandut.
“Saya dapat informasi dari tetangga kalau Nely sudah ada di Polsek. Jadi langsung buru-buru ke sini,” tuturnya.
Untuk sementara waktu, Nely dikabarkan berencana pulang ke daerah Gambut guna menenangkan diri setelah peristiwa tersebut.












