PALANGKA RAYA – Fenomena balapan liar kembali terjadi di Kota Palangka Raya. Aksi yang bukan pada tempatnya ini memicu keresahan masyarakat. Selain mengganggu lalu lintas di jalan, bisik juga sangat rawan terjadinya kecelakaan hingga merenggut jiwa.
Anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) Okki Maulana menganggap persoalan balapan liar (Bali) tidak bisa hanya disikapi dengan penindakan, tetapi juga perlu solusi yang mampu mengarahkan potensi anak muda ke jalur yang tepat.
Okki Maulana menilai aksi balapan liar sangat membahayakan keselamatan, baik bagi pelaku maupun pengguna jalan lainnya. Menurutnya, para remaja yang terlibat sebenarnya memiliki minat dan kemampuan di bidang otomotif yang perlu diarahkan dengan benar.
“Kalau bicara balapan liar ini sebetulnya bisa diarahkan ke kawasan yang memang wadahnya. Aksi mereka ini kan dianggap mengganggu karena menggunakan fasilitas umum juga berpotensi menyebabkan kecelakaan yang bisa merenggut nyawa,” ujarnya, Senin(18/5).
Ia menjelaskan, balapan liar kerap muncul karena minimnya ruang penyaluran hobi dan bakat anak muda di bidang otomotif. Karena itu, dirinya mendorong agar pemerintah bersama pihak terkait dapat menghadirkan fasilitas atau kegiatan yang lebih positif, seperti arena sirkuit maupun kompetisi resmi yang terarah. Dengan begitu, kemampuan para remaja dapat berkembang tanpa harus membahayakan keselamatan publik.
“Kalau anak dilihat tertarik dengan dunia otomotif bisa diarahkan ke arena sirkuit, mereka ini kan jelas punya kemampuan dan didukung dengan pengembangan yang tepat,” katanya. Menurutnya, pendekatan pembinaan jauh lebih penting agar anak-anak muda tidak merasa hanya disalahkan tanpa diberikan ruang untuk berkembang.
Selain itu, Okki juga menekankan pentingnya peran orang tua, sekolah dan lingkungan sekitar dalam mengawasi aktivitas remaja, terutama pada malam hari. Ia menyebut masa remaja merupakan fase pencarian jati diri sehingga pengawasan dan perhatian menjadi faktor penting agar mereka tidak terjerumus dalam kegiatan yang merugikan.
“Semua lini terlibat, tentu saja orang tua harus lebih peduli terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama ketika keluar malam. Jangan sampai mereka terjerumus pada kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” tambahnya.
Ia pun mengapresiasi langkah cepat kepolisian dalam menindak aksi balapan liar tersebut dan berharap kesadaran remaja terhadap keselamatan berkendara semakin meningkat ke depannya.(sep/*)












