Utama

Viral Isu Pengeroyokan dan Mutilasi di Gunung Mas, Polisi Pastikan Hoaks

228
×

Viral Isu Pengeroyokan dan Mutilasi di Gunung Mas, Polisi Pastikan Hoaks

Sebarkan artikel ini
KLARIFIKASI : PS Kasi Humas Polres Gunung Mas, Ipda Abner, S.Sos., langsung melakukan langkah konfirmasi dan verifikasi di lapangan. FOTO : POLISI

KUALA KURUN – Kepolisian Resor (Polres) Gunung Mas, Kalimantan Tengah, menunjukkan komitmennya dalam menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) agar tetap aman dan kondusif. Hal tersebut dibuktikan melalui langkah cepat jajaran kepolisian dalam mengklarifikasi informasi palsu atau hoaks yang sempat viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.

Informasi bohong tersebut pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama Nazwa Ahmad pada Kamis (15/5/2026). Dalam unggahan itu terdapat narasi provokatif berjudul “Sungguh Kejam!!! Ahmad Syamsuri Dikeroyok dan Dihajar 40 Orang, Lalu Tangan Kaki Digergaji Hidup-Hidup Karena Tolak Tambang” yang diklaim terjadi di Desa Tumbang Naan, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas.

Menanggapi informasi yang dinilai dapat menimbulkan keresahan masyarakat tersebut, PS Kasi Humas Polres Gunung Mas, Ipda Abner, S.Sos., langsung melakukan langkah konfirmasi dan verifikasi di lapangan.

Pihak Humas Polres Gunung Mas segera berkoordinasi dengan Kapolsek Manuhing, Iptu Teguh Triyono, S.H., M.M., guna memastikan kebenaran informasi yang beredar.

Dari hasil pengecekan, Kapolsek Manuhing menegaskan bahwa lokasi yang disebutkan dalam unggahan tersebut tidak ditemukan di wilayah hukum Polsek Manuhing. Selain itu, pihak kepolisian juga tidak pernah menerima laporan maupun informasi terkait dugaan tindak kekerasan sebagaimana yang dinarasikan dalam unggahan viral tersebut.

Tidak hanya itu, Polres Gunung Mas juga melakukan penelusuran lebih lanjut bersama personel Satintelkam serta berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kabupaten Gunung Mas.

Hasil penelusuran menunjukkan bahwa tidak ditemukan data terkait nama yang disebut sebagai korban di wilayah Kecamatan Manuhing.

Selain melakukan pengecekan lapangan, tim juga melakukan penelusuran digital terhadap foto dan narasi yang digunakan dalam unggahan tersebut. Berdasarkan hasil penyelidikan, dipastikan bahwa informasi tersebut merupakan hoaks dan berasal dari sumber yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

Ipda Abner menjelaskan, foto yang digunakan dalam unggahan tersebut sebenarnya merupakan foto almarhum Salim Kancil, seorang aktivis lingkungan yang menjadi korban pembunuhan di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, beberapa tahun lalu.

“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing oleh informasi di media sosial yang belum jelas kebenarannya. Selalu lakukan penyaringan informasi sebelum membagikannya kembali,” ujar Ipda Abner mewakili Kapolres Gunung Mas AKBP Heru Eko Wibowo, S.I.K., M.H., Senin (18/5/2026).

Ia juga menegaskan bahwa Polres Gunung Mas berkomitmen menjaga situasi wilayah tetap aman dan kondusif serta akan menindak tegas setiap upaya penyebaran berita bohong yang berpotensi menimbulkan kegaduhan di masyarakat.

“Apabila masyarakat menemukan atau mengalami suatu kejadian, dapat segera melaporkannya melalui layanan darurat 110 secara gratis tanpa dipungut biaya,” tambahnya.

Pihak kepolisian turut mengapresiasi masyarakat yang tidak langsung mempercayai maupun menyebarkan informasi tersebut sebelum adanya klarifikasi resmi dari pihak berwenang.

Polres Gunung Mas memastikan bahwa situasi di Kecamatan Manuhing maupun wilayah Kabupaten Gunung Mas secara umum dalam keadaan aman, damai, dan kondusif. Polisi juga akan terus mengawal ruang digital agar masyarakat terhindar dari berbagai bentuk provokasi dan penyebaran disinformasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *