Tak lama setelah insiden tersebut, Trump kembali melontarkan ancaman kepada Iran. Ia meminta Teheran segera menyepakati perjanjian baru untuk melanjutkan negosiasi penghentian perang.
Melalui media sosialnya, Trump memperingatkan bahwa AS siap melancarkan serangan yang lebih besar jika Iran menolak menandatangani kesepakatan.
“Seperti kami menghancurkan mereka lagi hari ini, kami akan menghantam mereka jauh lebih keras dan lebih brutal di masa depan jika mereka tidak segera menandatangani kesepakatan,” tulis Trump.
Di sisi lain, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) memberikan versi berbeda terkait insiden tersebut.
Iran menyebut serangan dilakukan sebagai balasan atas aksi AS yang sebelumnya menyerang kapal tanker minyak Iran serta wilayah sipil di pesisir Iran.
IRGC juga mengklaim berhasil menghantam kapal perang Amerika dan menyebabkan “kerusakan besar”. Namun klaim itu dibantah oleh CENTCOM yang menyatakan tidak ada kapal maupun personel AS yang terkena serangan.
Editor: Sabik Aji Taufan
Sumber : jawapos.com












