Isen MulangKalimantan Tengah

30 Ribu Siswa Bersiap Ikuti SPMB untuk 422 Sekolah

172
×

30 Ribu Siswa Bersiap Ikuti SPMB untuk 422 Sekolah

Sebarkan artikel ini
WAWANCARA : Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Kalteng Safrudin saat diwawancarai awak media, Kamis (7/5/2026). IFA/RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Sebanyak lebih dari 30 ribu siswa di Kalimantan Tengah (Kalteng) diperkirakan akan melanjutkan pendidikan ke jenjang SMA, SMK, dan Sekolah Khusus (SKH) melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026. Pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 24 Juni 2026 dan akan diikuti 422 sekolah di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng.

Plt Sekretaris Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Safrudin mengatakan, seluruh sekolah tersebut akan difasilitasi dalam pelaksanaan SPMB tahun ini, baik secara daring penuh, semi-online, maupun manual menyesuaikan kondisi wilayah.

“Pemprov Kalteng sesuai kewenangannya menangani SMA, SMK, dan SKH. Jumlah sekolah kita terdapat 422 sekolah dan semuanya kita fasilitasi,” ujarnya saat diwawancarai, Kamis (7/5/2026).

Menurut Safrudin, pelaksanaan SPMB secara online akan diterapkan di wilayah perkotaan, sedangkan daerah pelosok dan terpencil akan menggunakan sistem semi-online dengan aplikasi mandiri. Untuk daerah yang belum memungkinkan menggunakan internet, Disdik tetap membuka layanan manual.

“Daerah-daerah pelosok mungkin semi-online memakai aplikasi mandiri, dan sebagian yang tidak memungkinkan online tetap kita layani secara manual,” katanya.

Ia berharap seluruh lulusan SMP sederajat di Kalteng dapat melanjutkan pendidikan ke jenjang menengah sesuai arahan pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. “Mudah-mudahan semuanya melanjutkan sekolah karena pesan Pak Presiden Prabowo Subianto dan juga Pak Gubernur, jangan ada anak-anak Kalteng yang tidak bisa sekolah,” tegasnya.

Safrudin menjelaskan, kuota penerimaan tiap sekolah telah ditentukan melalui sistem Data Pokok Pendidikan (Dapodik) dan tidak dapat ditambah. Untuk tingkat SMA, satu rombongan belajar (rombel) maksimal diisi 36 siswa. “Kalau satu sekolah menyiapkan 12 rombel, berarti tinggal dikalikan 36 siswa. Itu sudah dikunci oleh sistem Dapodik,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, SPMB tahun ini menggunakan sistem domisili yang bertujuan mendekatkan akses pendidikan dengan tempat tinggal siswa. Namun apabila kuota di sekolah terdekat tidak terpenuhi, maka akan dibuka kesempatan bagi masyarakat luas untuk mengisi sisa daya tampung, termasuk melalui sekolah swasta.

Selain itu, Disdik Kalteng juga menyiapkan Posko SPMB selama 24 jam untuk melayani aduan dan kendala masyarakat selama proses pendaftaran berlangsung. “Kita siapkan nomor aduan, WhatsApp, dan link pengaduan masyarakat. Kami standby melayani masyarakat,” pungkasnya. (ifa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *