Kotawaringin Barat

Wabup Apresiasi Peran Desa di Kobar

92
×

Wabup Apresiasi Peran Desa di Kobar

Sebarkan artikel ini
PENYERAHAN : Wakil Bupati Kotawaringin Barat Suyanto menyerahkan penghargaan kepada salah satu desa terbaik dalam mewujudkan Universal Coverage Jamsostek di Aula Kiai Gede, Kantor Bupati Kobar, Selasa (5/5/2026). FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Untuk Memperluas Perlindungan Pekerja lewat BPJS

PANGKALAN BUN – Pemerintah Kabupaten (Kotawaringin Barat (Kobar) bersama BPJS Ketenagakerjaan menggelar Apresiasi Anugerah Desa Terbaik Tahun 2025, Selasa (5/5/2026) lalu. Kegiatan ini dihadiri Wakil Bupati Kobar Suyanto serta seluruh kepala desa di daerah itu.

Apresiasi diberikan kepada pemerintah desa yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mendukung terwujudnya Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di wilayah masing-masing. Dalam laporan BPJS Ketenagakerjaan Kobar disebutkan, hingga triwulan I tahun 2026, jumlah pekerja yang tercakup program jaminan sosial ketenagakerjaan mencapai 61.568 orang.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.979 pekerja dibiayai melalui APBD dan APBDes. Tercatat pula sebanyak 11 desa mendaftarkan pekerja rentan di wilayahnya.

Wakil bupati menyampaikan, saat ini capaian Universal Coverage Jamsostek di Kobar berada di angka 53 persen. Namun angka tersebut masih dinamis seiring pergerakan jumlah tenaga kerja.

“Dengan jumlah iuran yang relatif terjangkau, seharusnya pilihan untuk mendaftarkan diri dalam kepesertaan Jamsostek harus terus ditingkatkan,” ujarnya.

Suyanto pun mengapresiasi kepada seluruh kepala desa yang dinilai aktif dalam meningkatkan kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan di lingkungannya. Wabup menegaskan, pemerintah daerah berkomitmen untuk terus meningkatkan cakupan Universal Coverage Jamsostek.

“Untuk mewujudkan target peningkatan, edukasi kepada pekerja informal mengenai pentingnya asuransi perlu terus ditingkatkan. Pemerintah daerah berkomitmen agar cakupan UCJ semakin luas, sehingga seluruh pekerja di ekosistem desa dapat bekerja dengan aman dan terlindungi dari risiko sosial ekonomi,” pungkasnya. (fit/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *