Kotawaringin Barat

Vegetasi RTH Terdampak Kemarau, DLH Kobar Langsung Tangani

32
×

Vegetasi RTH Terdampak Kemarau, DLH Kobar Langsung Tangani

Sebarkan artikel ini
PENANGANAN : Petugas lingkungan dikerahkan dalam pemotongan dan pembersihan vegetasi yang mati di sepanjang median jalan (pelangson) Jalan Achmad Yani, Kota Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat, Kamis (1/10/2026). FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

PANGKALAN BUN – Dampak musim kemarau, sejumlah tanaman dan pohon di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Kota Pangkalan Bun mengalami kekeringan hingga mati. Kondisi ini membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) segera menangani dengan teknik pemotongan dan penebangan secara selektif.

Vegetasi yang masih memiliki potensi bertumbuh dan pulih dipertahankan, dirawat, dan dipantau. Sedangkan tanaman yang mengalami kerusakan permanen mendapat penanganan berdasarkan kondisi di lapangan.

Kepala DLH Kobar Syahyani mengatakan, langkah penanganan tersebut diperlukan agar menjaga kualitas RTH sekaligus mendukung kenyamanan dan keamanan ruang publik, serta tidak mengurangi estetika. Di samping itu, DLH Kobar juga menyiapkan penggantian tanaman di area-area strategis yang vegetasinya mengalami kematian dan ditebang.

“Untuk mempertahankan penghijauan, keasrian, dan keindahan kota, kami sudah merencanakan penyediaan tanaman pengganti yang memiliki daya tahan dan nilai estetika, di antaranya seperti tabebuya dan bugenvil,” ucapnya.

Sementara Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan, dan Keanekaragaman Hayati DLH Kobar, Endro Budi Utomo menambahkan, pihaknya turut memanfaatkan pupuk organik untuk memperbaiki kondisi media tanam sebelum penanaman kembali.

“Pupuk dari bahan dedaunan rontok dan material organik, kami olah mandiri. Dengan kandungan bahan organik yang cukup, diharapkan struktur dan kesuburan tanahnya menjadi lebih baik sehingga tanaman pengganti memiliki media tumbuh yang mendukung,” jelasnya.

Adapun peremajaan tanaman tersebut dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi lahan dan kesiapan tanaman. DLH Kobar pun sembari terus mengintensifkan penyiraman sesuai kebutuhan, demi optimalisasi pertumbuhan tanaman maupun kelembapan tanah. (fit)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *