Kapuas

Operasional Pelabuhan Tergantung Jalan Basarang-Batanjung

136
×

Operasional Pelabuhan Tergantung Jalan Basarang-Batanjung

Sebarkan artikel ini
RILIS : Bupati Kapuas bersama Sekda saat menggelar rilis dengan Insan Pers Kapuas. Alx

​KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas menegaskan bahwa keberlanjutan pengembangan Pelabuhan Batanjung sangat bergantung pada percepatan pembangunan infrastruktur jalan penghubung. Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Kapuas, HM Wiyatno, dalam acara coffee night bersama awak media, Senin (4/5) Malam.

Bupati menekankan bahwa tanpa akses jalan yang memadai, Pelabuhan Batanjung tidak akan mampu berfungsi secara optimal sebagai urat nadi perekonomian. Oleh sebab itu, pembangunan ruas jalan dari Basarang menuju Batanjung kini menjadi prioritas utama pemerintah daerah.

“Batanjung tidak akan dibangun kalau jalan tidak ditangani. Kalau jalan sudah ditangani dan selesai, itu yang akan kita tagih ke depannya,” tegas Wiyatno di hadapan para jurnalis.

Untuk mempercepat realisasi proyek tersebut, Pemkab Kapuas berkomitmen melakukan koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah maupun Pemerintah Pusat.

Wiyatno menilai konektivitas dari wilayah pesisir hingga hulu merupakan faktor krusial yang tidak hanya menghidupkan pelabuhan, tetapi juga memicu pertumbuhan ekonomi daerah secara menyeluruh.

​Selain fungsi logistik, pembukaan akses jalan ini diyakini akan memberikan dampak domino pada sektor pertanian. Infrastruktur yang mumpuni akan memudahkan masyarakat mengelola lahan produktif yang selama ini sulit dijangkau.

​“Peningkatan infrastruktur dari pesisir sampai hulu akan membuka akses pertanian. Lahan-lahan yang tadinya terisolasi kini memiliki potensi besar untuk dibuka dan dikelola oleh masyarakat,” tambahnya.

​

​Sejalan dengan visi pengembangan wilayah, Sekretaris Daerah (Sekda) Kapuas, Usis I. Sangkai, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menetapkan Program Pembangunan Kawasan Sentra Produksi Pangan (KSPP). Program ini dirancang untuk memperkuat posisi Kapuas sebagai lumbung pangan.

Usis merinci dua poin utama dalam kebijakan tersebut yaitj ​Proteksi Lahan: Mempertahankan lahan pertanian produktif yang ada agar tidak beralih fungsi menjadi kawasan non-pertanian.

“​Ekspansi Lahan dimana Berencana melakukan pembukaan lahan pertanian baru seluas 5.000 hektare guna memperkuat ketahanan pangan nasional,”jelasnya.

​

Dengan keterpaduan antara infrastruktur jalan, operasional pelabuhan, dan penguatan sektor pertanian, Pemkab Kapuas optimistis kesejahteraan masyarakat di wilayah pesisir hingga hulu dapat meningkat secara signifikan.(Alx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *