PALANGKA RAYA – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Juni Gultom, mengungkapkan bahwa sebagian besar kerusakan infrastruktur jalan di wilayahnya berada pada jalur poros tengah. Hal tersebut berdasarkan data yang diterima dari Kementerian PUPR.
Menurut Juni, kondisi ini menjadi perhatian penting bagi pemerintah daerah untuk meningkatkan koordinasi dengan masyarakat dalam upaya penyelesaian akses jalan.
“Data dari Kementerian PUPR menunjukkan bahwa kerusakan lebih banyak terjadi di poros tengah. Ini menjadi dasar bagi kami untuk berkoordinasi dengan masyarakat terkait penyelesaian jalan-jalan tersebut,” ujarnya, baru-baru ini.
Ia menjelaskan, wilayah poros tengah yang terdampak meliputi sejumlah daerah, di antaranya Muara Teweh, Tumbang Lahung di wilayah Permata Intan, Kabupaten Murung Raya, serta Tumbang Miri dan Tumbang Talaken di Kabupaten Gunung Mas.
Sementara itu, untuk poros selatan, jalur yang dimaksud mencakup wilayah Barito Timur, Barito Selatan, Palangka Raya, Sampit, Pangkalan Bun, Lamandau hingga perbatasan Kalimantan Barat menuju Pontianak.
Terkait status jalan yang mengalami kerusakan, Juni menegaskan bahwa sebagian besar merupakan jalan nasional, bukan jalan provinsi.
“Memang ada juga jalan provinsi yang rusak, tetapi jumlahnya masih sedikit. Yang paling banyak disoroti adalah jalan nasional, terutama yang masih berupa jalan tanah di poros tengah,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa masih terdapat satu ruas jalan sepanjang sekitar 90 kilometer yang belum tersambung hingga ke wilayah Kalimantan Barat. Hal ini menjadi tantangan tersendiri dalam upaya meningkatkan konektivitas antarwilayah di Kalimantan.
Pemerintah Provinsi Kalteng, lanjutnya, akan terus berupaya menjalin sinergi dengan pemerintah pusat agar pembangunan infrastruktur jalan dapat segera dituntaskan, terutama di daerah-daerah yang masih terisolasi. (ifa/)












