SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus membuka peluang investasi di sektor perkebunan yang dinilai masih menjadi andalan perekonomian daerah. Melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), berbagai potensi unggulan ditawarkan kepada para investor, dengan jaminan kemudahan layanan dan prospek keuntungan jangka panjang.
Kepala DPMPTSP Kotim Diana Setiawan menyampaikan, komoditas kelapa sawit hingga kini tetap menjadi tulang punggung sektor perkebunan di Kotim. Produktivitasnya yang tinggi, baik dari perusahaan besar maupun perkebunan rakyat, dinilai sebagai peluang investasi yang sangat menjanjikan.
“Kelapa sawit masih menjadi komoditas unggulan dengan produktivitas yang sangat besar. Ini peluang investasi yang terbuka lebar bagi para pelaku usaha,” ujar Diana, Senin (20/4/2026).
Berdasarkan data yang ada, produksi kelapa sawit dari sektor perusahaan mencapai sekitar 1,84 juta ton. Sedangkan dari perkebunan rakyat lebih dari 56 ribu ton. Selain kelapa sawit, komoditas lain juga turut berkontribusi. Seperti kelapa dalam sekitar 5.784 ton, karet lebih dari 21 ribu ton, serta kopi yang mulai menunjukkan potensi pengembangan meski skalanya masih terbatas.
Untuk mendukung masuknya investasi, pemerintah daerah terus berupaya menciptakan iklim usaha yang kondusif. Salah satunya melalui pelayanan perizinan yang cepat, transparan, dan akuntabel guna memberikan kepastian bagi investor.
“Kami memastikan proses perizinan berjalan mudah dan jelas. Ini bentuk komitmen kami agar investor merasa aman dan nyaman menanamkan modal di Kotim,” tegasnya.
Dengan dukungan sumber daya alam yang melimpah serta pembangunan infrastruktur yang terus berkembang, Kotim dinilai memiliki daya tarik kuat sebagai tujuan investasi. Pemerintah daerah pun mengajak para pelaku usaha untuk memanfaatkan momentum ini.
“Sekarang adalah waktu yang tepat untuk berinvestasi di Kotim. Mari kembangkan usaha dan tumbuh bersama daerah,” pungkasnya.
Melalui potensi besar sektor perkebunan dan dukungan kebijakan yang pro-investasi, Kotim optimistis mampu menarik lebih banyak investor serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan. (pri/ens)












