PALANGKA RAYA – Kondisi infrastruktur dasar di wilayah pedesaan kembali mencuat dalam agenda reses perseorangan anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) di wilayah Kotim dan Seruyan. Masyarakat desa mengungkapkan tentang insfrastruktur jalan yang kurang bagus menjadi penghambatan perekonomian di desa.
Pernyataan itu diungkapkan Abdul Hafids kegtika melakukan reses di daerah pemilihan (dapil) II meliputi wilayah Kotawaringin Timur dan Seruyan. Berbagai aspirasi masyarakat disampaikan langsung, terutama terkait jalan rusak, keterbatasan listrik, dan sulitnya akses air bersih.
Reses ini menjadi wadah penting bagi DPRD Kalteng untuk menyerap aspirasi sekaligus melihat langsung kondisi di lapangan. Permasalahan infrastruktur dinilai masih menjadi permasalahan utama karena berdampak pada berbagai sektor kehidupan masyarakat desa, mulai dari ekonomi hingga layanan dasar.
“Sebagai wakil rakyat, kami menerima banyak aspirasi dari masyarakat desa terkait keterbatasan infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, dan air bersih,” ujar anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid, Senin(20/4).
Lebih lanjut Hafid mengungkapkan, hampir di setiap titik kunjungan reses, masyarakat menyampaikan keluhan serupa. Infrastruktur yang belum memadai membuat aktivitas warga terhambat, termasuk distribusi hasil pertanian dan akses menuju fasilitas umum. “Kondisi ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut karena berdampak langsung terhadap kualitas hidup masyarakat,” tegasnya.
Menurutnya, keterbatasan infrastruktur juga berimbas pada sulitnya masyarakat mendapatkan layanan pendidikan dan kesehatan secara optimal. Apalagi di tengah efisiensi yang diterapkan oleh pemerintah pusat.
Ia berharap pemerintah daerah dapat lebih serius dalam merancang kebijakan dan pengalokasian anggaran pembangunan. Dengan perencanaan matang serta sinergi berbagai pihak, sehingga dapat berjalan optimal dan tepat sasaran.(sep)












