DPRD Kalimantan Tengah

Kenaikan Harga BBM Harus Disikapi dengan Bijak

164
×

Kenaikan Harga BBM Harus Disikapi dengan Bijak

Sebarkan artikel ini

PALANGKA RAYA – Anggota DPRD Kalimantan Tengah dari Fraksi NasDem, Toga Hamonangan Nadeak meminta kepada masyarakat untuk menyikapi dengan  bijaksana menghadapi kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). Menurutnya, situasi ini tidak lepas dari pengaruh lonjakan harga minyak dunia yang sedang terjadi.

“Terkait kondisi BBM saat ini kita memaklumi, karena harga minyak dunia sedang menglamai lonjakan yang cukup besar. Kita harus bejiksana menghadapi situasi yang lagi kurang baik ini,” ucapnya, Senin (20/4/2026).

Ia menegaskan, pentingnya sikap bijak dalam menyikapi situasi tersebut. Ia juga menjelaskan, perbedaan jenis bahan bakar, khususnya untuk jenis non-subsidi seperti Dexlite dan Pertamina Dex.

“Untuk masalah Dexlite dan Pertamina Dex itu adalah BBM untuk kendaraan dengan spesifikasi mesin tertentu, termasuk mobil-mobil kelas menengah ke atas,” jelasnya.

Ia kembali menegaskan, agar masyarakat tidak perlu merasa cemas berlebihan atau melakukan pembelian secara berlebihan (panic buying). Menurutnya, pemerintah pusat telah melakukan pemantauan secara menyeluruh hingga ke tingkat daerah.

“Kita sebagai masyarakat harus bijak menyikapi hal tersebut. Jangan panic buying, karena pemerintah pusat sudah melakukan pemantauan sampai ke bawah. Untuk kebutuhan BBM pasti kita terpenuhi,” tegasnya.

Ia menambahkan, jika terjadi kelangkaan atau antrean panjang di lapangan, kemungkinan besar itu disebabkan oleh ulah penimbun, bukan karena pasokan yang benar-benar habis.

“Kalau pun ada sesuatu sampai BBM tidak terpenuhi, pasti ada sesuatu seperti penimbun yang membuat stok BBM menjadi berkurang. Jadi jangan terlalu khawatir, karena pemerintah memeriksa stok untuk ketahanan nasional, sehingga kebutuhan kita pasti tercukupi. Beli saja sesuai kebutuhan, jangan berlebihan,” ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengimbau masyarakat, untuk lebih bijak dalam menggunakan kendaraan, terutama untuk kegiatan yang tidak mendesak.

“Kalau memang tidak ada situasi darurat seperti jalan-jalan dan keliling, mohon untuk dikurangi. Oleh karena itu kita harus menyikapi hal ini dengan bijak, mengingat situasi yang belum tahu kapan bisa normal kembali,” pungkasnya. (rdi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *