10 Unit Faktor Limbah dan 4 karena Infrastruktur
PALANGKA RAYA – Penghentian sementara 14 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Palangka Raya berdampak luas terhadap dunia pendidikan. Lebih dari 50 sekolah dilaporkan tidak lagi menerima layanan pemenuhan MBG sejak kebijakan tersebut diberlakukan per 1 April 2026 oleh Badan Gizi Nasional (BGN).
Koordinator Wilayah BGN Kota Palangka Raya Analistra Susedia Putri menjelaskan, dari 14 SPPG yang dihentikan operasionalnya, mayoritas atau sekitar 10 unit saat ini tengah menjalani perbaikan pada sistem instalasi pengolahan air limbah (IPAL).
Sementara empat unit lainnya dihentikan untuk pembenahan infrastruktur serta evaluasi menyeluruh terhadap operasional. “Untuk sementara dihentikan dulu sampai SPPG yang melayani penerima manfaat tersebut kembali beroperasional,” kata Analistra saat dikonfirmasi, Minggu (12/4/2026).
Dia mengungkapkan, dampak penghentian ini cukup signifikan. Tidak hanya menyangkut operasional internal SPPG, tapi juga berimbas langsung pada puluhan sekolah yang selama ini bergantung pada layanan tersebut. “Sekarang ada 14 (SPPG) yang perbaikan sementara, kemungkinan lebih dari 50 sekolah terdampak,” katanya.
Analistra menegaskan, selama masa penghentian ini, belum ada skema pengalihan layanan ke SPPG lain. Dengan demikian, sekolah-sekolah penerima manfaat harus sementara waktu tidak mendapatkan distribusi layanan MBG.
Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran, terutama terkait keberlanjutan program pemenuhan gizi bagi siswa. Pasalnya, program ini selama ini menjadi salah satu upaya strategis dalam mendukung kesehatan dan konsentrasi belajar peserta didik.
Meski demikian, BGN memastikan penghentian ini bersifat sementara dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan ke depan. Standar yang diterapkan, termasuk SLHS dan IPAL, dinilai krusial untuk menjamin keamanan pangan serta menjaga dampak lingkungan dari operasional SPPG.
Terkait transparansi data, Analistra menyampaikan pihaknya belum dapat membuka daftar nama SPPG yang dihentikan kepada publik. Hal ini dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keamanan dan kelancaran proses perbaikan yang sedang berlangsung.
“Mohon maaf, untuk nama-nama SPPG tidak bisa kami publikasikan demi keamanan. Kami mohon doa agar proses perbaikan ini bisa segera selesai,” ujarnya.
BGN berharap seluruh proses pembenahan dapat diselesaikan dalam waktu yang tidak terlalu lama, sehingga layanan pemenuhan MBG dapat kembali berjalan normal. Dengan demikian, para siswa di Palangka Raya bisa kembali menerima manfaat program secara optimal tanpa mengorbankan standar kualitas dan keamanan yang telah ditetapkan. (ifa/ens)
Enam dari 14 SPPG Diduga Ditutup:
1. SPPG Palangka Raya Jekan Raya Bukit Tunggal 2
2. SPPG Palangka Raya Jekan Raya Menteng 3
3. SPPG Jekan Raya Palangka 3
4. SPPG Pahandut Panarung 4
5. SPPG Pahandut Langkai 6
6. SPPG Jekan Raya Palangka II
Lokasi SPPG yang Diduga Ditutup:
- Danau Indah
- Lamtoro Gung
- Haka
- Tenggaring
- Tenggaring I
- Ranying Suring
- Cempaka
- Borneo
- Banuas
- Menteng 5
- Tilung Induk
- Ramin 2
- Bama Raya












