PeristiwaUtama

‎Sepi Tiga Hari, Penjual Pentol di Sampit Ditemukan Meninggal di Kamar Kontrakan‎

690
×

‎Sepi Tiga Hari, Penjual Pentol di Sampit Ditemukan Meninggal di Kamar Kontrakan‎

Sebarkan artikel ini
Kondisi penjual pentol kelilingi, Suwardi (51) saat ditemukan meninggal dunia di tempat kontrakannya dan petugas saat mengevakuasi, pada Jumat (10/4/2026) siang. FOTO IST


‎
‎SAMPIT – Suasana tenang di Jalan DI Panjaitan, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, mendadak berubah mencekam, pada Jumat (10/4/2026) siang. Warga digegerkan dengan penemuan jasad seorang penjual pentol keliling yang ditemukan tak bernyawa atau meninggal di dalam kamar kontrakannya.
‎
‎Korban diketahui bernama Suwardi (51), perantau asal Bojonegoro, Jawa Timur. Ia ditemukan sekitar pukul 13.00 WIB dalam kondisi mengenaskan, setelah diduga telah meninggal dunia selama beberapa hari.
‎
‎Kecurigaan pertama muncul dari pemilik kontrakan, Petrus (71), yang merasa ada kejanggalan karena korban tak terlihat beraktivitas seperti biasanya.
‎
‎“Sudah tiga hari tidak keluar rumah. Sendalnya masih ada di depan. Kami jadi curiga, lalu menghubungi ketua RT. Setelah itu pintu didobrak dan korban ditemukan sudah meninggal di dalam kamar,” ujar Petrus, Sabtu (11/4/2026).
‎
‎Penemuan tersebut sontak mengundang perhatian warga sekitar. Sosok Suwardi memang dikenal luas sebagai penjual pentol keliling yang rutin berjualan dari sore hingga menjelang subuh.
‎
‎Ketua RT 33 RW 05, Yayan Cahyani, membenarkan bahwa aktivitas korban mendadak terhenti beberapa hari terakhir.
‎
‎“Biasanya siang dia keluar beli bahan, sore sudah mulai keliling jualan sampai subuh. Tapi beberapa hari ini tidak kelihatan sama sekali,” katanya.
‎
‎Saat ditemukan, kondisi tubuh korban sudah membengkak, terutama di bagian kaki, menandakan korban telah lama meninggal dunia. Yayan juga mengungkapkan, sebelum kejadian korban sempat mengeluh sakit, diduga penyakit tipes yang dideritanya kambuh.
‎
Mirisnya, Suwardi diketahui hidup seorang diri di Sampit. Keluarganya berada jauh di kampung halaman di Pulau Jawa, membuat kepergiannya nyaris tanpa diketahui siapa pun.
‎
‎Petugas kepolisian yang menerima laporan segera mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD dr Murjani Sampit guna penanganan lebih lanjut.
‎
‎Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban. Namun dugaan sementara mengarah pada faktor kesehatan, mengingat riwayat penyakit yang pernah dikeluhkan korban sebelumnya.
‎
‎Peristiwa ini menjadi pengingat getir tentang kerasnya hidup jadi perantauan, di mana kesendirian bisa membuat duka datang tanpa saksi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *