Feature

Memperkuat SDM Personel, Palangka Raya Kirim Tiga Orang

165
×

Memperkuat SDM Personel, Palangka Raya Kirim Tiga Orang

Sebarkan artikel ini
PELATIHAN DAMKAR : Tiga personel Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Palangka Raya mengikuti workshop dan pelatihan di Pusdiklat Damkar Kemendagri, Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (9/4/2026). Program ini difokuskan pada peningkatan kompetensi teknis. FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Dari Pelatihan di Pusdiklat Damkar Kemendagri

Upaya peningkatan kapasitas personel pemadam kebakaran di Kota Palangka Raya kini tidak lagi sekadar fokus pada kemampuan lapangan saja. Tapi mulai diarahkan pada penguatan nilai profesional. Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Palangka Raya mengirim tiga personelnya mengikuti workshop dan pelatihan di Pusdiklat Damkar Kemendagri bersama Pemprov DKI Jakarta di Ciracas, Jakarta Timur, Kamis (9/4/2026).

LANGKAH tersebut diambil sebagai respons atas kebutuhan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), khususnya di tengah meningkatnya peran relawan Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) yang selama ini menjadi garda terdepan dalam penanganan kebakaran di daerah ini.

Tidak hanya fokus pada keterampilan teknis pemadaman, kegiatan itu juga dimanfaatkan untuk berkonsultasi terkait sistem pelatihan yang terstandar. Hal tersebut dinilai penting agar pola pembinaan BPK tidak lagi bersifat informal, melainkan memiliki acuan yang jelas dan terukur.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdamkarmat Kota Palangka Raya Urianinu Napulangit menyebut, hasil pelatihan diharapkan mampu meningkatkan kemampuan personel secara menyeluruh, baik dari sisi teknik maupun kesiapsiagaan di lapangan.

Menurut dia, peningkatan kualitas tersebut juga diarahkan untuk memperkuat kapasitas BPK swakarsa yang selama ini menjadi mitra strategis dalam penanganan kebakaran. Dengan kemampuan yang lebih terarah, risiko di lapangan diharapkan dapat ditekan.

“Peningkatan jumlah tersebut perlu diimbangi dengan standar kemampuan yang memadai. Tanpa pelatihan yang sistematis dan terukur, potensi risiko di lapangan tetap tinggi, baik bagi relawan maupun masyarakat yang ditangani,” ucapnya.

Di sisi lain, Disdamkarmat mulai mendorong adanya sertifikasi atau piagam bagi anggota balakar sebagai bentuk pengakuan kompetensi. Sertifikasi ini dinilai menjadi langkah penting agar relawan memiliki nilai tambah di luar aktivitas sosial yang selama ini mereka jalankan.

Kebijakan ini muncul seiring dengan pesatnya pertumbuhan jumlah anggota balakar di Palangka Raya, yang sebagian besar berasal dari kalangan usia muda. Tanpa peningkatan kualitas yang memadai, jumlah besar tersebut dinilai justru berpotensi menimbulkan risiko dalam penanganan kebakaran.

“Sebagian besar anggota masih berusia muda yang ke depannya membutuhkan pekerjaan formal untuk masa depan mereka. Kalau di BPK sifatnya sosial. Karena itu, saya bersama tim merasa perlu memperluas pemikiran dan berkoordinasi untuk menemukan terobosan, meningkatkan keahlian sekaligus membuka peluang mendapatkan pekerjaan formal di masa mendatang,” ungkap Urianinu.

Melalui program ini, Disdamkarmat mencoba menghadirkan solusi jangka panjang. Selain meningkatkan profesionalitas relawan, sertifikasi diharapkan membuka peluang kerja formal bagi anggota BPK di berbagai sektor, terutama perusahaan yang membutuhkan tenaga terlatih di bidang keselamatan dan kebakaran.

“Personel yang dilatih akan memiliki kemampuan memadai, terarah dan formal dalam penanganan kebakaran nantinya. Selain itu turut memperkuat kapasitas BPK Swakarsa di Kota Palangka Raya,” pungkasnya. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *