Duka mendalam menyelimuti masyarakat Kalimantan Tengah. Mantan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Kalimantan Tengah, Hj Yustina Ismiati Ujang Iskandar dikabarkan wafat Rabu (8/4/2026) dini hari pukul 04.00 WIB.
ISTRI dari mantan bupati Kotawaringin Barat Ujang Iskandar itu mengembuskan napas terakhir di RS Kariadi, Semarang, Jawa Tengah, setelah sebelumnya menjalani perawatan intensif akibat sakit yang dideritanya. Kepergiannya meninggalkan kesedihan yang begitu terasa, tidak hanya bagi keluarga, tetapi juga masyarakat luas yang mengenal sosoknya.
Saat ini, jenazahnya rencananya akan dibawa dari Semarang ke Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), untuk dimakamkan.
Sugiyanto, kakak ipar almarhumah, membenarkan kabar tersebut dan meminta doa dari seluruh masyarakat agar proses pemulangan berjalan lancar.
Kabar meninggalnya Yustina Ismiati dengan cepat menyebar dan mengundang gelombang belasungkawa dari berbagai kalangan. Media sosial pun dipenuhi doa dan ungkapan kehilangan atas berpulangnya sosok perempuan yang dikenal hangat, aktif, dan penuh dedikasi itu.
Semasa hidupnya, Yustina Ismiati bukan hanya dikenal sebagai istri dari mantan Bupati Kotawaringin Barat dua periode H Ujang Iskandar, tetapi juga sebagai figur perempuan yang memiliki peran besar dalam pembangunan sosial dan politik di daerah ini.
Ia pernah mengemban amanah sebagai Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Kotawaringin Barat selama satu dekade (2005–2015), dan aktif mendorong berbagai program pemberdayaan masyarakat, khususnya bagi perempuan dan keluarga.
Tak hanya itu, kiprahnya juga tercatat di dunia politik. Ia pernah menjadi anggota DPRD Provinsi Kalimantan Tengah, hingga dipercaya menjadi anggota DPD RI mewakili Kalimantan Tengah, membawa aspirasi daerah ke tingkat nasional.
Perempuan kelahiran Salatiga 26 September 1970 ini juga dikenal memiliki latar belakang profesional yang kuat. Sebelum terjun ke dunia politik, ia pernah berkarier di BRI pada tahun 1990 hingga 1993. Ia juga merupakan lulusan S2 Universitas Islam Sultan Agung (Unisulla) Semarang.
Di balik segala pengabdiannya, almarhumah adalah seorang ibu yang meninggalkan empat orang anak yang kini harus merelakan kepergian sosok panutan dalam keluarga.
Sebelum wafat, almarhumah sempat menjalani perawatan intensif dan bahkan membutuhkan bantuan donor darah. Doa dari masyarakat terus mengalir, berharap almarhumah mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
“Semoga amal ibadah beliau diterima Allah SWT dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan serta ketabahan,” tulis warga dalam berbagai unggahan di media sosial.
Kepergian Yustina Ismiati menjadi kehilangan besar bagi Kalimantan Tengah. Sosoknya akan selalu dikenang sebagai perempuan tangguh yang mendedikasikan hidupnya untuk masyarakat. (rdo/ens)












