Ia juga mengkritik kecenderungan sejumlah pihak yang terus mendorong konfrontasi bersenjata. “Terlalu banyak orang yang mempromosikan pertempuran, kekerasan, dan perang,” ujarnya, menggarisbawahi dinamika global yang dinilai semakin menjauh dari jalur diplomasi.
Seruan ini disampaikan menjelang perayaan Paskah pada 5 April, yang bagi umat Kristiani menjadi simbol harapan dan perdamaian. Paus Leo berharap kekerasan dapat dihentikan sebelum momentum tersebut, sehingga pesan spiritual Paskah tidak bertolak belakang dengan realitas global yang terjadi.
Di tengah kompleksitas kepentingan geopolitik yang melatarbelakangi konflik Iran, posisi Vatikan muncul sebagai tekanan moral yang mencoba mendorong solusi damai. Namun, efektivitas seruan ini tetap bergantung pada kesediaan para aktor utama untuk mengubah pendekatan dari militer ke diplomasi.
Dengan eskalasi yang masih berlangsung, tekanan internasional terhadap Amerika Serikat dan sekutunya diperkirakan akan terus meningkat. Dalam kerangka ini, desakan Paus Leo tidak hanya mencerminkan sikap moral, tetapi juga memperlihatkan meningkatnya kekhawatiran global terhadap perang yang berpotensi semakin meluas dan tidak terkendali.
Editor: Candra Mega Sari
Sumber : jawapos.com












