Utama

Ada 39 Kematian Akibat TBC di Kalteng

517
×

Ada 39 Kematian Akibat TBC di Kalteng

Sebarkan artikel ini
Foto:  Riza Syahputra

Data Januari-Maret 2026, Kapuas dan Kotim Tertinggi

PALANGKA RAYA – Kota Palangka Raya dan Kabupaten Kotawaringin Barat menjadi daerah dengan kasus tuberkulosis (TBC) tertinggi di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sepanjang 2025. Palangka Raya mencatat 1.101 kasus, disusul Kotawaringin Barat dengan 1.100 kasus.

Secara keseluruhan, kasus TBC di Kalteng masih tergolong tinggi. Sepanjang 2025, tercatat 6.037 kasus dengan 346 kematian. Sementara itu, dari Januari hingga 27 Maret 2026, ditemukan 1.029 kasus dengan 39 kematian akibatTBC di wilayah Kalteng.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng Riza Syahputra mengatakan, tren penemuan kasus TBC dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan peningkatan. Hal ini tidak hanya mencerminkan tingginya beban penyakit, tapi juga meningkatnya upaya deteksi di lapangan. “Capaian penemuan dan pengobatan kasus terus meningkat, namun masih ada kasus yang belum terdeteksi atau ditemukan terlambat,” katanya, Sabtu (28/3/2026).

Ia menjelaskan, sejumlah kendala masih dihadapi. Seperti keterbatasan sarana diagnosis, termasuk cartridge Tes Cepat Molekuler (TCM), serta stigma masyarakat terhadap penyakit TBC yang membuat penderita enggan memeriksakan diri.

Meski demikian, Dinas Kesehatan terus menggencarkan berbagai strategi untuk meningkatkan penemuan kasus. Salah satunya melalui Active Case Finding (ACF) atau penemuan kasus aktif, penguatan jejaring layanan kesehatan, serta peningkatan skrining di masyarakat.

“Deteksi dini terus diperluas, termasuk melalui kegiatan di posyandu, layanan kesehatan gratis, hingga menjangkau kelompok berisiko tinggi seperti penghuni lapas dan rutan,” jelasnya.

Selain itu, penguatan diagnostik juga dilakukan dengan mengoptimalkan alat pemeriksaan, termasuk pemanfaatan kembali mesin PCR yang sebelumnya digunakan saat pandemi Covid-19 dan integrasinya dengan jaringan TCM.

“Dalam hal pengobatan, pemerintah memastikan setiap pasien mendapatkan terapi sesuai standar. Saat ini, angka keberhasilan pengobatan TBC sensitif obat di Kalteng mencapai sekitar 77 persen dan terus diupayakan meningkat,” jelasnya.

Riza menekankan, kematian pada pasien TBC tidak selalu disebabkan langsung oleh penyakit tersebut. Banyak pasien memiliki penyakit penyerta seperti diabetes atau HIV yang memperparah kondisi.

Kelompok rentan TBC meliputi kontak erat pasien, anak-anak, lansia, serta individu dengan daya tahan tubuh rendah. “Selain itu, masyarakat yang tinggal di lingkungan padat dengan ventilasi buruk dan hunian komunal seperti asrama atau lapas juga berisiko tinggi,” terangnya.

Menurut dia, kasus TBC ditemukan baik di wilayah perkotaan maupun terpencil.  “Di perkotaan, jumlah kasus cenderung lebih tinggi akibat kepadatan penduduk. Sementara di daerah terpencil tantangannya adalah keterbatasan akses layanan kesehatan yang menyebabkan keterlambatan diagnosis,” tambahnya.

Untuk mencapai target eliminasi TBC, Pemprov Kalteng menjalankan berbagai langkah strategis. Mulai penguatan koordinasi lintas sektor, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, hingga pelibatan fasilitas kesehatan swasta melalui pendekatan Public-Private Mix (PPM).

Selain itu, upaya pencegahan juga diperkuat melalui pemberian Terapi Pencegahan TBC (TPT) bagi kelompok berisiko serta pelibatan komunitas dalam edukasi dan pendampingan pasien guna mengurangi stigma.

Dinas Kesehatan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap gejala TBC. Seperti batuk berdahak lebih dari dua minggu, penurunan berat badan, dan mudah lelah. Masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala tersebut. “TBC adalah penyakit yang bisa disembuhkan. Pemeriksaan dan pengobatannya tersedia gratis. Jangan takut atau malu untuk berobat,” tegas Riza.

Ia mengajak masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat, menjaga sirkulasi udara di rumah, serta tidak memberikan stigma kepada pasien TBC agar proses penyembuhan dapat berjalan optimal. (ifa/ens)

Data Kasus TBC di Kalteng Tahun 2025 dan 2026:

No Daerah           Kasus               Meninggal

                      2025      2026         2025    2026

1. Barsel          277          31            11         1

2. Bartim          197          19            13         2

3. Batara          396          64            16         5

4. Gumas         139          19              6          0

5. Kapuas         565         99             60       14

6. Katingan       322         45             14         0

7. Kobar         1.100       104             28         2

8. Kotim             868       178             66         9

9. Lamandau     163         37              11         0

10. Mura            470         69              48         2

11. Pulpis          130         16                9         0

12. Seruyan       204         55              23        1

13. Sukamara     105         24              7         0

14. P Raya        1.101      269             34        3

Jumlah               6.037   1.029           346      39

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *