Utama

Remaja 18 Tahun Tewas Misterius di Kontrakan

741
×

Remaja 18 Tahun Tewas Misterius di Kontrakan

Sebarkan artikel ini
MENINGGAL : Seorang remaja berusia 18 tahun ditemukan meninggal dunia di kamar kontrakan, Sabtu sore (28/3/2026).FOTO WARGA UNTUK RADAR KALTENG

Polisi Tak Menemukan Indikasi Tindak Pidana pada Tubuh Korban

PALANGKA RAYA – Seorang remaja laki-laki ditemukan tewas misterius dalam kamar kontrakan di Kelurahan Menteng, Kecamatan Jekan Raya, Kota Palangka Raya, Sabtu sore (28/3/2026). Namun hasil penyelidikan awal memastikan tidak ditemukan adanya indikasi tindak pidana dalam peristiwa tersebut. Korban diketahui berinisial JG (18), seorang pelajar/mahasiswa asal Gunung Mas.

Penemuan jenazah tersebut terjadi sekitar pukul 15.55 WIB di sebuah kontrakan. Tim relawan bersama kepolisian langsung mendatangi lokasi setelah menerima laporan dari warga.

Saat ditemukan, korban berada dalam posisi terlentang di area dapur kontrakan. Kondisi tersebut sempat mengundang perhatian warga sekitar sebelum akhirnya lokasi diamankan untuk kepentingan penyelidikan.

Kepala Bagian Operasi Emergency Response Palangka Raya Yustinus Exaudi menjelaskan, pihaknya segera melakukan prosedur standar penanganan, termasuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP) agar tetap steril.

Selanjutnya, tim gabungan bersama Unit Identifikasi Polresta Palangka Raya melakukan olah TKP guna memastikan penyebab kematiannya. Sejumlah barang di sekitar korban turut diamankan sebagai bagian dari proses identifikasi.

Berdasarkan keterangan saksi, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan berupa batuk dan sesak napas dalam beberapa hari terakhir. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban juga sempat berkomunikasi dengan rekan satu kontrakannya.

“Korban diketahui memiliki riwayat keluhan batuk dan sesak napas dalam beberapa hari terakhir. Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban juga masih sempat berkomunikasi dengan rekan satu kontrakannya,” ucap Yustinus yang akrab disapa Nago.

Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RS Bhayangkara menggunakan ambulans Emergency Response Palangka Raya. Hasil visum yang dilakukan tim medis RS Bhayangkara menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Penyebab kematian dipastikan akibat penyakit bawaan yang kambuh.

Kepolisian juga memastikan peristiwa tersebut murni non-kriminal, meski tetap dilakukan pendalaman sebagai bagian dari prosedur penanganan kasus kematiannya.

“Berdasarkan hasil visum dari dokter, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Penyebab kematian dipastikan akibat penyakit bawaan yang kambuh,” pungkas Nago. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *