Namun jika ukuran tumor terlalu besar, dokter biasanya akan memberikan terapi obat atau kemoterapi terlebih dahulu untuk mengecilkan ukuran tumor sebelum operasi dilakukan.
dr. Nur juga menyoroti masih banyaknya orang tua yang menolak atau menyangkal diagnosis kanker pada anak. Akibatnya, anak baru dibawa ke rumah sakit ketika kondisi penyakit sudah berada pada stadium lanjut sehingga peluang kesembuhan menjadi lebih kecil.
Selain itu, proses rujukan berjenjang yang memakan waktu, masalah administrasi seperti kepesertaan BPJS yang belum aktif, hingga tingginya angka pasien yang menghentikan pengobatan turut menjadi tantangan dalam penanganan kanker anak di Indonesia.
Karena itu, sr. Nur mengimbau orang tua untuk lebih waspada terutama jika anak memiliki riwayat kelainan genetik, keluarga dengan banyak kasus kanker, pernah terpapar radiasi, bahan kimia tertentu, atau infeksi tertentu.
Ia menekankan bahwa deteksi dini menjadi kunci utama dalam meningkatkan peluang kesembuhan kanker pada anak. Jika penyakit ditemukan lebih cepat, pengobatan bisa dilakukan secara lebih efektif dengan risiko komplikasi yang lebih kecil.
“Semakin cepat kanker anak terdeteksi, semakin besar peluang untuk sembuh. Peran orang tua dan masyarakat sangat penting untuk mengenali gejalanya sejak awal,” pungkas dr. Nur.
Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Sumber : jawapos.com












