PALANGKA RAYA – Kalangan anggota dewan Kalteng meminta dinas instansi terkait agar terus melakukan pemantauan harga Sembilan kebutuhan pokok (Sembako) secara berkelanjutan menjelang perayaan Hari Raya Idul Fitri yang tinggal beberapa hari lagi.
Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Agie menegaskan tidak hanya sekadar memantau harga kebutuhan pokok saja. Namun juga harus menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok yang diperlukan saat Hari Raya Idul Fitri dan setelahnya.
“Pemerintah harus pemantauan harga bahan pokok secara berkelanjutan dan menjamin ketersediaan menjelang Hari Raya Idul Fitri,” kata anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Agie belum lama ini.
Langkah ini, katanya untuk memastikan ketersediaan dan stabilitas harga kebutuhan pokok agar masyarakat dapat merayakan hari raya dengan tenang dan tidak terbebani oleh lonjakan harga yang tidak wajar.
Agie mengungkapkan bahwa menjelang Idul Fitri, permintaan akan bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, bawang merah, bawang putih, dan cabai cenderung meningkat.
“Kondisi ini berpotensi menjadi celah bagi oknum yang melakukan spekulasi harga atau penimbunan barang. Oleh karena itu, pemantauan yang ketat dan berkelanjutan sangat diperlukan untuk mencegah terjadinya hal tersebut,” ucapnya, Selasa (3/3/2026).
Ia juga menekankan, pentingnya koordinasi antar instansi dengan pelaku usaha dan distributor. Oleh karena itu kolaborasi yang baik antara pemerintah, pelaku usaha, dan distributor akan membantu menjaga kelancaran distribusi serta memastikan stok bahan pokok tersedia dalam jumlah yang cukup.
Jika ada indikasi kenaikan harga yang tidak wajar, lanjutnya dapat segera ditindaklanjuti dengan langkah antisipatif yang tepat dengan cara menggelar pasar murah dan sebagainya.
“Kami berharap dengan pemantauan yang intensif dan langkah-langkah antisipatif yang tepat, harga bahan pokok dapat tetap stabil dan terjangkau bagi seluruh lapisan masyarakat. Sehingga, momen Idul Fitri dapat dirayakan dengan penuh kebahagiaan tanpa beban terkait masalah kebutuhan pokok,” pungkasnya. (rdi)












