Otomotif

Musim Hujan Datang, Pengguna Mobil Listrik Diminta Lebih Cermat Perhatikan Kondisi Ban

39
×

Musim Hujan Datang, Pengguna Mobil Listrik Diminta Lebih Cermat Perhatikan Kondisi Ban

Sebarkan artikel ini
Musim hujan datang, pengguna mobil listrik diminta lebih cermat perhatikan kondisi ban. (Ilustrasi)

Pertumbuhan mobil listrik di Indonesia yang kian pesat membawa konsekuensi baru dalam hal perawatan kendaraan. Di tengah musim hujan yang masih melanda sejumlah wilayah, perhatian terhadap kondisi ban menjadi krusial, terutama bagi pengguna kendaraan listrik yang memiliki karakteristik berbeda dibanding mobil konvensional.

Bobot mobil listrik yang lebih berat akibat baterai, ditambah torsi instan sejak pedal diinjak, membuat ban bekerja lebih keras. Dalam kondisi jalan basah atau tergenang, peran ban semakin vital untuk menjaga traksi dan stabilitas.

Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), hujan lebat masih berpotensi terjadi secara lokal meski intensitasnya mulai menurun. Kondisi ini meningkatkan risiko jalan licin dan aquaplaning, yakni saat ban kehilangan daya cengkeram karena terangkat lapisan air.

Koordinator Jaringan Aksi Keselamatan Jalan (Jarak Aman), Edo Rusyanto, mengingatkan bahwa cuaca hujan memang menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai dalam keselamatan berkendara.

“Data Korlantas Polri tahun 2025 memperlihatkan kecelakaan dalam kondisi hujan mencapai 3.715 kasus atau sekitar 2,4 persen dari total kejadian. Artinya, rata-rata ada sekitar 10 kasus kecelakaan per hari saat hujan,” ujar Edo melalui keterangannya.

Menurutnya, meski faktor cuaca tidak dapat dikendalikan, risiko bisa ditekan melalui kesiapan kendaraan, termasuk memastikan kondisi ban tetap prima.

Senada dengan itu, Sekretaris Jenderal Jarak Aman, Harso Kurniawan, menekankan pentingnya memperhatikan ketebalan tapak ban saat musim hujan.

“Untuk mengurangi risiko aquaplaning, intinya kondisi ban jangan sampai botak supaya masih ada jalur pembuangan air. Ban yang baik juga membantu meningkatkan kemampuan pengereman. Selain itu, pengemudi perlu menjaga jarak aman dan menyesuaikan kecepatan saat hujan,” jelasnya.

Ban Khusus Mobil Listrik

Seiring meningkatnya populasi kendaraan listrik, produsen ban mulai menghadirkan produk yang dirancang khusus untuk karakter EV (electric vehicle). Ban jenis ini umumnya memiliki struktur lebih kokoh untuk menopang bobot kendaraan, pola tapak yang optimal dalam membuang air, serta hambatan gulir rendah guna menjaga efisiensi baterai.

Presiden Direktur PT Hankook Tire Sales Indonesia, Bartek (Byunghak) Choi, mengatakan bahwa kebutuhan pasar kendaraan listrik di Indonesia terus berkembang.

“Produk kami dikembangkan dengan mempertimbangkan dinamika kebutuhan pasar, termasuk meningkatnya adopsi kendaraan listrik di Indonesia. Melalui lini Hankook iON, kami menghadirkan pilihan ban yang dirancang khusus untuk kendaraan listrik guna mendukung kenyamanan, efisiensi, dan keselamatan berkendara,” kata Byungkak.

Meski demikian, pakar keselamatan menegaskan bahwa apa pun merek atau jenisnya, kondisi ban tetap menjadi faktor utama. Ketebalan tapak, tekanan angin sesuai rekomendasi pabrikan, serta gaya berkendara yang lebih halus saat hujan menjadi kombinasi penting untuk meminimalkan risiko.

Di musim hujan seperti sekarang, ban bukan sekadar komponen pelengkap. Bagi mobil listrik, ia menjadi garda terdepan yang menentukan apakah perjalanan tetap aman atau justru berujung bahaya.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra

Sumber : jawapos.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *