PALANGKA RAYA – Volume sampah yang terangkut di Kota Palangka Raya dalam lima tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan. Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palangka Raya, jumlah sampah pada 2025 tercatat mencapai 41.538 kiloton, menjadi angka tertinggi sejak 2021.
Data DLH mencatat, pada 2021 volume sampah yang terangkut sebesar 39.718,4 kiloton. Angka tersebut sedikit menurun pada 2022 menjadi 39.664,6 kiloton. Namun tren kembali meningkat pada 2023 sebesar 40.259,06 kiloton, lalu naik signifikan pada 2024 menjadi 41.537 kiloton, dan kembali bertambah pada 2025 menjadi 41.538 kiloton.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala DLH Kota Palangka Raya Berlianto mengatakan, peningkatan tersebut menjadi tantangan serius bagi pemerintah daerah. Menurutnya, pertumbuhan penduduk dan meningkatnya aktivitas masyarakat turut memengaruhi bertambahnya produksi sampah setiap tahun.
Berlianto menjelaskan, meskipun sempat terjadi penurunan tipis pada 2022, tren secara umum menunjukkan kenaikan yang konsisten hingga 2025. Jika tidak diimbangi dengan pengelolaan yang efektif, kondisi tersebut berpotensi menambah beban tempat pembuangan akhir (TPA) dan menimbulkan persoalan lingkungan.
Sebagai langkah antisipatif, DLH terus mendorong penguatan pengelolaan sampah berbasis sumber. Termasuk pemilahan dari rumah tangga serta optimalisasi bank sampah di lingkungan masyarakat. Upaya tersebut dinilai penting untuk menekan volume sampah yang harus diangkut ke TPA setiap hari.
“Jika masyarakat konsisten memilah sampah dan memanfaatkan bank sampah, maka beban pengangkutan dapat ditekan. Ini penting untuk menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat,” tambahnya.
Pemerintah Kota Palangka Raya berharap tren peningkatan volume sampah dapat dikendalikan melalui kolaborasi yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat, sehingga pengelolaan sampah berjalan lebih efektif dan berkelanjutan. (ifa/ens)












