PALANGKA RAYA – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palangka Raya Khemal Nasery mengingatkan para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), khususnya di bidang kuliner agar mengutamakan kualitas dan keamanan pangan selama Ramadan.
Menurut Khemal, bulan suci menjadi momentum penting bagi pedagang untuk tidak sekadar mengejar keuntungan semata. Tapi juga bekerja dengan hati dan memperhatikan nilai-nilai kesehatan bagi konsumen.
“Kami mengimbau agar bahan baku yang digunakan benar-benar layak konsumsi, tidak kedaluwarsa, dan tidak mengandung bahan berbahaya. Jangan sampai demi menekan modal, justru menggunakan pemanis buatan berlebihan atau zat tambahan yang tidak aman,” tegasnya, Sabtu (21/2/2026).
Dijelaskan Khemal, penggunaan bahan berbahaya seperti pewarna dan pengenyal yang tidak direkomendasikan oleh Dinas Kesehatan maupun Balai POM dapat berdampak buruk bagi kesehatan masyarakat. Risiko seperti diabetes, batuk, dan gangguan kesehatan lainnya bisa muncul akibat konsumsi makanan yang tidak memenuhi standar kesehatan.
Selain aspek kesehatan, Khemal juga menilai pada bulan suci Ramadan sebagai ajang promosi strategis bagi pelaku UMKM kuliner.
Tingginya permintaan kue dan minuman khas Ramadan harus dimanfaatkan untuk membangun kepercayaan dan memperkenalkan merek kepada masyarakat. “Jangan hanya jualan musiman setahun sekali. Kalau produknya diminati dan dikenal, bisa menjadi brand sendiri dan berproduksi sepanjang tahun,” katanya.
Ia mencontohkan sejumlah merek roti yang mampu bertahan dan berkembang karena konsisten menjaga kualitas dan membangun kepercayaan konsumen. Dengan reputasi yang baik, usaha dapat terus berjalan tidak hanya saat hari besar, tetapi setiap waktu.
Khemal berharap agar UMKM di Palangka Raya dapat terus berkembang dan naik kelas menjadi usaha yang lebih besar. Namun hal tersebut hanya bisa terwujud jika pelaku usaha menjaga kualitas produk dan kepercayaan masyarakat.
“Kalau tidak ada kepercayaan dari masyarakat, UMKM akan sulit berkembang. Tujuan kita tentu bagaimana pelaku UMKM bisa naik kelas dan menjadi pengusaha-pengusaha besar,” tandasnya. (ifa/ens)












