DPRD Kalimantan Tengah

Dukung Program Satu Rumah Satu Sarjana untuk Sukseskan Cetak Sawah

59
×

Dukung Program Satu Rumah Satu Sarjana untuk Sukseskan Cetak Sawah

Sebarkan artikel ini
Bambang Irawan

PALANGKA RAYA – Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Bambang Irawan menyatakan dukungan penuh, terhadap program Satu Rumah Satu Sarjana yang bertujuan untuk mendukung program cetak sawah. Program yang merupakan inisiatif pusat ini juga ditunjang oleh program yang digagas Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran, hal ini merupakan trobosan yang sangat bagus.

“Sehingga program ini merupakan gerbrakan yang bagus dan saling melengkapi, sehingga Komisi II DPRD Kalimantan Tengah mendukung hal itu,” ucapnya, Selasa (3/2/2026).

Menurut Bambang Irawan, Kalimantan Tengah saat ini menghadapi keterbatasan sumber daya manusia dalam pelaksanaan program cetak sawah. Kondisi ini diperparah dengan kurangnya minat anak muda untuk terlibat di sektor pertanian, padahal pemerintah pusat juga memiliki program pendukung bernama Petani Milenial.

“Oleh karena itu, fokus kita itu harus kepada anak muda, sehingga bagaimana caranya supaya anak muda tersebut, berorientasi di bidang pertanian dan hal ini perlu menjadi perhatian,” jelasnya.

Melalui program Satu Rumah Satu Sarjana, diharapkan dapat meningkatkan minat generasi muda untuk berkecimpung di dunia pertanian. Bambang menambahkan, saat ini Dinas Pertanian di berbagai kabupaten telah membentuk Brigade Pangan sebagai turunan dari program pusat, yang mengelola lahan seluas ratusan hektar dengan dukungan alat berat modern.

“Oleh karena itu, kita jangan berorientasi bahwa kerja petani itu mencangkul, sebenarnya hal itu tidak, karena saat ini teknologi sudah ada terus ada suport dari pemerintah pusat, berupa cetak sawah juga sudah ada, dan alat pendukung untuk menanam juga sudah ada,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa saat ini yang paling dibutuhkan adalah generasi muda yang mampu menjadi operator teknologi pertanian. Kehadiran sarjana muda di sektor ini diharapkan dapat memberikan pemikiran yang lebih baik dalam pengelolaan lahan sawah.

“Kita akui bahwa di Kalteng kekurangan sumber daya manusia, terutama anak muda yang berkecimpung di bidang pertanian, sehingga dengan adanya anak muda yang berkecimpung di bidang pertanian, generasi muda bisa membuat sebuah padi menjadi sebuah produk,” tandasnya. (rdi/rdo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *