Utama

Cuaca Tak Menentu di Kalteng Memicu Bencana

303
×

Cuaca Tak Menentu di Kalteng Memicu Bencana

Sebarkan artikel ini
CUACA PALANGKA RAYA : Kondisi cuaca siang hari di sekitar Bundaran Besar Palangka Raya, Senin (2/2/2026).RICKY THEODORUS/RADAR KALTENG

PALANGKA RAYA – Langit Kalimantan Tengah memasuki fase sulit ditebak. Meski Palangka Raya diprediksi cerah berawan pagi hingga siang hari, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan potensi cuaca ekstrem yang bisa memicu bencana hidrometeorologi di berbagai wilayah provinsi ini.

BMKG mencatat pola cuaca di Kalteng didominasi hujan ringan hingga sedang dan lebat yang dapat disertai petir serta angin kencang. Bahkan hujan lokal berdurasi singkat berpotensi memicu angin puting beliung di sejumlah titik rawan.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya Muhammad Ihsan Sidiq mengatakan, di pusat pemerintahan provinsi dan wilayah timur pesisir, Palangka Raya dan Sampit diperkirakan cerah berawan pagi hari, kemudian hujan ringan pada siang dan malam, serta kembali cerah berawan saat dini hari. Suhu rata-rata berada di kisaran 23-32 derajat celsius dengan tingkat kelembapan yang sangat tinggi, mendekati 99 persen.

Di wilayah timur, Tamiang Layang diprakirakan diguyur hujan ringan hampir sepanjang hari, dari pagi hingga dini hari. Suhu udara berkisar 22-30 derajat celsius dengan kelembapan tinggi mencapai 80-100 persen dan kecepatan angin sekitar 9 km/jam.

Sementara Muara Teweh mengawali hari dengan cerah berawan, namun hujan petir diperkirakan turun pada siang hari. Kondisi ini berlanjut dengan hujan ringan pada malam hingga dini hari, dengan suhu 23-33 derajat celsius dan angin sekitar 8 km/jam. Pola serupa juga terjadi di Puruk Cahu dan Kuala Kurun, yang diprediksi diguyur hujan ringan sejak siang hingga dini hari.

Untuk wilayah barat dan selatan, Pangkalan Bun dan Pulang Pisau diprakirakan mengalami hujan ringan pada pagi dan siang, lalu berangsur cerah berawan di malam hari. Kecepatan angin di Pangkalan Bun terpantau cukup kencang, mencapai 16 km/jam, dengan suhu rata-rata 23-31 derajat celsius.

Wilayah Sukamara, Nanga Bulik, Kuala Kapuas, Kasongan, Buntok, hingga Kuala Pembuang juga berada dalam pengaruh hujan ringan, dengan angin di kawasan pesisir mencapai 16 km/jam.

BMKG minta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi banjir, genangan, tanah longsor, dan pohon tumbang, serta menyesuaikan aktivitas transportasi darat, sungai, dan laut dengan kondisi cuaca yang dinamis.

“Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca ekstrem, termasuk potensi banjir, genangan air, tanah longsor, serta pohon tumbang, terutama di wilayah rawan bencana,” pungkas Ihsan. (ter/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *