Ditemukan 147 Hotspot, Tapi Potensi Hujan Tetap Ada
PALANGKA RAYA – Cuaca panas terus mendominasi wilayah Kalimantan Tengah dalam beberapa waktu ini, seiring penurunan curah hujan yang tercatat signifikan. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalteng mencatat kondisi ini terjadi merata di sejumlah wilayah, memicu suhu udara lebih terik pada siang hari dan meningkatkan potensi kekeringan lokal.
BMKG mengingatkan, berkurangnya intensitas hujan tidak hanya berdampak pada kenyamanan aktivitas masyarakat. Tapi juga berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Masyarakat diimbau tetap waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem serta menjaga ketersediaan air di tengah kondisi panas yang mulai terasa menyengat.
Namun demikian, BMKG menyebut masih ada potensi hujan ringan yang terjadi di beberapa wilayah meskipun secara umum suhu udara diperkirakan relatif tinggi.
“Kalimantan Tengah saat ini mulai memasuki masa peralihan musim atau pancaroba menuju musim kemarau. Sehingga potensi cuaca panas masih cukup dominan. Ke depan kita memasuki musim peralihan. Mudah-mudahan tidak terjadi panas yang ekstrem. Namun kita tetap harus bersiap dan meningkatkan kewaspadaan,” kata Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Tjilik Riwut Palangka Raya Sugiono, Selasa (27/1/2026).
Menurut dia, jika berdasarkan prakiraan cuaca tujuh hari ke depan, potensi hujan ringan masih mungkin terjadi di beberapa wilayah Kalteng. Meski demikian, cuaca panas diprediksi tetap mendominasi.
BMKG juga mendeteksi keberadaan sejumlah titik panas atau hotspot di wilayah Kalteng dalam beberapa hari terakhir dengan jumlah sempat mencapai lebih dari 147 titik. “Titik panas tersebut tersebar di wilayah tengah, utara, serta beberapa kawasan pinggiran di bagian timur Kalimantan Tengah dan terus kami pantau karena sifatnya fluktuatif,” jelas Sugiono.
BMKG mengimbau masyarakat untuk bisa meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan, seiring masuknya musim pancaroba menuju kemarau. “Partisipasi masyarakat sangat penting, terutama dengan menghindari pembakaran lahan serta segera melaporkan atau memadamkan api apabila menemukan titik api di lingkungan sekitar,” pungkasnya. (ter/ens)












