SAMPIT – Suasana perkebunan kelapa sawit yang belakangan diketahui hasil sitaan Satgas PKH di Kecamatan Mentaya Hilir Utara (MHU), Kabupaten Kotawaringin Timur, mendadak geger, setelah seorang pria ditemukan dalam kondisi bersimbah darah dengan luka serius di leher. Peristiwa ini langsung mengundang perhatian warga sekitar dan menyisakan tanda tanya besar terkait penyebabnya.
Kejadian tersebut mencuat ke publik setelah beredarnya sebuah video Senin (5/1/2026) yang memperlihatkan korban tergeletak dengan kondisi mengenaskan. Pria tersebut diketahui mengalami luka tusuk cukup dalam pada leher depan dan segera dilarikan ke RSUD dr Murjani Sampit untuk mendapatkan pertolongan medis.
Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kasatreskrim Polres Kotim AKP Sugiharso membenarkan adanya insiden tersebut. Menurut dia, kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan intensif dengan menggelar olah tempat kejadian perkara (TKP). “Benar, kejadian tersebut sedang kami tangani. Saat ini kami masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (6/1/2026).
Sugiharso menjelaskan, hingga kini pihaknya belum dapat memastikan apakah luka yang dialami korban merupakan akibat penganiayaan atau percobaan bunuh diri. Kondisi korban yang masih kritis membuat proses penyelidikan belum bisa berjalan maksimal. “Kami belum bisa menyimpulkan penyebabnya. Korban masih dalam perawatan intensif dan kondisinya kritis,” tambahnya.
Sementara itu, pihak rumah sakit mengungkap identitas korban. Kepala Bidang Pelayanan Medik RSUD dr Murjani Sampit dr Anggun Iman Hernawan menyebutkan korban bernama Viktor Nanggur, dan berusia 30 tahun.
Menurut dr Anggun, korban tiba di Unit Gawat Darurat (UGD) RSUD Murjani Senin (5/1/2026) sekitar pukul 15.00 WIB dengan kondisi penurunan kesadaran akibat perdarahan hebat dari luka tusuk di leher bagian depan sebelah kanan. “Pasien datang dengan kondisi cukup buruk. Ditemukan luka tusukan berukuran sekitar 3×1 sentimeter di leher bagian depan kanan dengan perdarahan aktif, sehingga dipasang infus ganda karena kehilangan darah cukup banyak,” jelasnya, Selasa (6/1/2026).
Setelah ditangani di UGD, kasus tersebut segera dilaporkan ke dokter bedah. Tindakan operasi darurat pun dilakukan pada pukul 15.47 WIB berupa debridement dan eksplorasi luka untuk menghentikan perdarahan. “Sekitar pukul 16.30 pasien sudah dilakukan intubasi dan menggunakan alat bantu napas. Saat ini dirawat di ICU dan kondisinya masih kritis,” ungkap Anggun.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, lokasi kejadian berada di kawasan lahan sawit sitaan Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) yang masuk dalam pengelolaan PT Agrinas Palma Nusantara (APN). Hingga kini, polisi masih terus mendalami kasus tersebut untuk mengungkap penyebab pasti insiden yang nyaris merenggut nyawa korban. (pri/ens)












