KUALA KURUN – Dalam suasana awal tahun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) menggelar, kegiatan Apel Besar Pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN) di halaman kantor Bupati setempat, Senin (5/1/2026). Apel besar tersebut dipimpin langsung oleh Bupati Gumas, Jaya S Monong.
“Di tahun 2025 lalu merupakan langkah awal yang krusial dengan memasuki babak baru keberlanjutan program yang telah dicapai pada periode sebelumnya. Tepatnya pada tanggal 20 Februari 2025 telah digelar pelantikan secara serentak kepala daerah beserta wakil di Istana Indonesia. Negara Republik,” kata Jaya S Monong.
Ia menjelaskan, perjalanan kepemimpinan diawali dengan 100 hari kerja pertama sebagai kepala daerah yang berfokus pada jalan pembangunan dan tepat kesejahteraan masyarakat, seperti bedah rumah, penanganan kabupaten, beasiswa sasaran, optimalisasi data sosial terpadu, optimalisasi jaminan kesehatan dan ketenagakerjaan serta peningkatan disiplin pegawai ASN.
“Selanjutnya dilaksanakan fokus pemerintahan dengan berdasarkan RPJMD tahun 2025-2029 untuk mewujudkan visi dan misi yang telah kita sepakati bersama, dengan ruh utama dalam program ‘Tambun Bungai’ yang diambil dari nama tokoh legendaris suku Dayak sebagai simbol semangat pembangunan yang kuat, merata dan berkeadilan,” jelasnya.
Jaya S Monong kembali menekankan, ada tiga poin utama yang ingin disampaikan kepada saudara-saudara sekalian di awal tahun 2026 pertama, disiplin adalah napas pelayanan. Disiplin bukan sekadar tentang kehadiran tepat waktu atau sekadar melakukan presensi di sistem yang digunakan saat ini.
“Disiplin adalah komitmen hati untuk menghargai tanggung jawab. Saya tidak ingin lagi mendengar adanya keluhan masyarakat terkait pelayanan yang lambat karena petugas yang tidak ada di tempat. Pegawai ASN Gunung Mas harus menjadi contoh bagi masyarakat dalam hal ketaatan aturan,” katanya.
Kemudian, katanya, kinerja berbasis output atau hasil dan outcome atau manfaat. Di tahun 2026 ini, diminta setiap perangkat daerah untuk tidak lagi bekerja secara rutinitas belaka. Setiap rupiah dari APBD yang dikelola harus memiliki dampak nyata bagi masyarakat.
“Gunakan target kinerja sebagai kompas, bukan beban. Mari kita tingkatkan profesionalisme dan kembangkan inovasi untuk memangkas birokrasi yang berbelit-belit,” ujarnya.
Selain itu yang terakhir, Internalisasi pelaksanaan program Tambun Bungai. Program Tambun Bungai bukan sekadar slogan.
“Saya ingin program ini terinternalisasi dalam setiap kebijakan dengan beberapa hal, yakni nyata dan mengedepankan disiplin dan berakhlak,” imbuh Jaya. (nya/abe)












