PALANGKA RAYA – Menteri ESDM Bahlil Lahadalia berjanji akan mengalokasikan dua proyek hilirisasi tambang di Kalteng. Ia menyebutka dua proyek itu adalah pasir kuarsa dan alumina. Menteri ESDM menjamin bahwa proyek-proyek ini akan segera terealisasi. la menyebut dalam waktu dekat Feasibility Study (FS) atau Studi Kelayakan sudah hampir selesai.
Terkait hal itu, Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Tengah, Sutik menyatakan dukungan penuh terhadap rencana Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia untuk membangun dua industri hilirisasi di provinsi tersebut, yaitu industri pasir kuarsa dan alumina. Ia berharap, janji tersebut dapat segera terealisasi guna mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Saya sangat mendukung sekali untuk membuat smelter atau hilirisasi. Karena potensi di Kalteng sangat bagus untuk tambang-tambang, terutama di Kalteng sangat memenuhi syarat,” ucapnya, Selasa (16/12/2025).
Selain mendukung secara umum, Sutik juga menyatakan setuju jika pembangunan kedua industri besar itu ditempatkan di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) atau Kotawaringin Barat (Kobar). Ia menekankan bahwa potensi sumber daya alam di kedua kabupaten tersebut sangat memadai, terutama untuk bahan baku alumina.
“Kalau di Kotim saya sangat sepakat, apalagi kalau masalah bauksit, potensi di Kotim dan di Kobar bagus,” ujarnya.
Kehadiran industri pasir kuarsa dan alumina yang dijanjikan itu diyakini akan berdampak signifikan pada peningkatan ekonomi daerah, baik melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan masyarakat, maupun peningkatan kontribusi sektor pertambangan terhadap PDRB Kalteng. (rdi/rdo)












