Bripka Zainur Rofiq Mengaku Lupa Oknum yang Main Judol hingga Videonya Viral di Medsos
PALANGKA RAYA – Sebuah video viral di media sosial yang diduga menampilkan oknum personel Polsek Pahandut main judi online dalam mobil dinas polri membuat geger warganet. Menyikapi hal itu, Propam Polresta Palangka Raya bergerak cepat. Pemeriksaan internal langsung dilakukan untuk menelusuri kebenaran isi video yang mulai menyebar sejak akhir pekan lalu.
Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Dedy Supriadi melalui Kasipropam AKP Husni Setiawan menjelaskan, dari hasil penelusuran awal, sosok yang diduga dalam video tersebut adalah Bripka Zainur Rofiq, pengemudi mobil dinas Unit Lantas Polsek Pahandut sejak April 2025.
Anehnya, Bripka Zainur Rofiq mengaku ke propam, bahwa dirinya lupa kapan waktu persis dan situasi saat rekaman itu dibuat. Bahkan dia lupa siapa-siapa saja yang ada dalam mobil dinas itu, termasuk sosok yang main judi online (judol) hingga terekam kamera dan menyebar luas di media sosial.
Kasipropam menyebut, identitas dalam video belum dapat dipastikan karena cuplikan yang beredar tidak menampilkan wajah dengan jelas. Analisis mendalam terhadap rekaman dan pemeriksaan lanjutan akan dilakukan bertahap sesuai prosedur.
“Apabila terbukti ada pelanggaran, tentu akan diproses sesuai ketentuan disiplin maupun kode etik polri. Tapi kami tetap menjunjung asas praduga tak bersalah sampai seluruh fakta benar-benar terang,” kata Husni, Senin (10/11/2025).
Terkait menyebarnya video di media sosial itu, Kasipropam menjelaskan, pihaknya segera melakukan klarifikasi internal serta penelusuran guna memastikan fakta sebenarnya. “Kami segera melakukan klarifikasi internal untuk memastikan fakta yang sebenarnya. Setiap informasi yang muncul di media sosial harus ditelusuri secara objektif dan transparan,” tegasnya.
Husni menyebut, langkah cepat itu menjadi bukti komitmen Polresta Palangka Raya menjaga transparansi dan integritas institusi. Ini menjadi sinyal tegas bahwa institusi tak akan mentolerir pelanggaran yang dapat mencoreng citra kepolisian.
Dia menegaskan, pihaknya berkomitmen menjaga marwah Polri dengan proses yang terbuka dan profesional. Masyarakat juga diimbau untuk tidak langsung menelan mentah-mentah setiap konten viral tanpa menunggu klarifikasi resmi. “Kami minta publik tetap bijak dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum tentu benar,” harapnya. (ter/ens)












