DPRD Gunung Mas

Harus Bisa Mengembangkan UMKM Lokal

5
×

Harus Bisa Mengembangkan UMKM Lokal

Sebarkan artikel ini
Anggota DPRD Gunung Mas Carles Prenky. foto: ist

Dewan Minta Pemerintah Memperdayakan Potensi Daerah

KUALA KURUN – Sekarang ini, para pengusaha lokal seperti Usaha Mikro Kecil dan Menegah (UMKM) yang ada di Kabupaten Gunung Mas (Gumas), masih belum bisa memberikan kontribusi buat daerah. Untuk itu, perlu keterlibatan intansi terkait untuk mengembangkan dan mendampingi para pelaku UMKM lokal yang ada di Kabupaten Gunung Mas.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Gunung Mas Carles Prenky mengatakan, saat ini UMKM belum bisa memberikan kontribusi karena belum diberdayakan secara maksimal oleh pihak terkait. Mengingat potensi-potensi yang ada di daerah itu cukup banyak, dan dapat memberikan peluang usaha bagi masyarakat di Kabupaten Gunung Mas.

“Bagi para pelaku usaha seperti UMKM yang ada harusnya diperhatikan. Mengingat potensi sumber daya alam (SDA) kita di Gumas cukup baik. Untuk itu harus diberdayakan dengan potensi yang ada. Hal itu sebenarnya bisa memberikan peluang usaha bagi masyarat lkcal kita,” kata Carles Prenky, Senin (26/10/2026).

Menurut politikus Partai Golkar ini, sumber daya manusia (SDM) yang ada di Kabupaten Gunung Mas juga perlu dikembangkan lagi. Tujuannya, agar dukungan SDM yang baik, sehingga bisa mengelola SDA yang ada di Gunung Mas dengan baik pula.

“Perlu dilakukan juga saat ini, bagi masyarakat yakni mengembangkan SDM mereka, sehingga masyarakat bisa menyerap dengan baik, dengan mempergunakan SDA cukup utuk kemajuan di daerah kita,” ujarnya.

Selain itu, menurut anggota dewan dari daerah pemilihan III yang meliputi Kecamatan Tewah, Kahayan Hulu Utara (Kahut), Miri Manasa dan Kecamatan Damang Batu ini, ke depan akan memberikan dana aspirasi dewan untuk meningkatkan industri kecil dan menengah sehingga bisa memberikan peluang usaha bagi warga setempat.

“Dana aspirasi kita sudah memfokuskan untuk meningkatkan SDM seperti industri kecil di bidang kuliner, bidang kerajinan tangan atau lainnya, tapi sampai saat ini kita melihat tidak ada yangt jalan. Artinya tidak ada pembinaan lagi,” pungkasnya. (nya/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *