Harapan Ketua Dewan kepada Pemerintah Pusat, Khususnya di Tengah Kabut Asap
KUALA PEMBUANG – Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Seruyan Zuli Eko Prasetyo mendorong pemerintah pusat untuk meningkatkan infrastruktur Bandara Kapten Mulyono di Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan. Pengembangan ini diharapkan dapat menjadikan bandara tersebut sebagai jalur penerbangan alternatif saat kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melumpuhkan operasional bandara lain di wilayah Kalimantan Tengah.
Pernyataan tersebut disampaikan Zuli Eko usai memimpin Rapat Paripurna ke-10 DPRD Kabupaten Seruyan Masa Persidangan I Tahun Sidang 2026–2027 di Gedung Rapat Paripurna DPRD Seruyan, Rabu (21/10/2026).
Eko mengungkapkan, lokasi geografis Bandara Kapten Mulyono yang berada di kawasan pesisir dan berdekatan dengan laut membuat wilayahnya cenderung bebas dari paparan kabut asap tebal selama bencana karhutla berlangsung.
“Bandara ini, meskipun masih kecil, lokasinya menjadi salah satu—bahkan mungkin satu-satunya, bandara yang tidak terdampak karhutla di wilayah Kalimantan Tengah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, gangguan kabut asap yang rutin melanda Kalimantan Tengah kerap mengakibatkan penundaan hingga pembatalan penerbangan di sejumlah bandara utama. Kondisi tersebut tidak hanya melumpuhkan mobilitas masyarakat, tetapi juga mengganggu roda pemerintahan, kegiatan sosial, dan perekonomian daerah.
Melihat potensi dan keandalan lokasi tersebut, Zuli Eko berharap kepada Presiden Republik Indonesia bersama Kementerian Perhubungan dapat memasukkan peningkatan infrastruktur Bandara Kapten Mulyono ke dalam proyek strategis nasional (PSN).
“Saya berharap kepada bapak presiden melalui Kementerian Perhubungan agar melirik bandara ini dan mempertimbangkannya menjadi proyek strategis nasional, guna meningkatkan infrastrukturnya agar benar-benar layak untuk penerbangan skema nasional,” tegasnya.
Kendati demikian, ia menekankan pentingnya kajian teknis secara mendalam dan komprehensif dari pihak-pihak terkait untuk memastikan keandalan teknis serta keselamatan penerbangan di Bandara Kapten Mulyono dalam berbagai kondisi cuaca.
Melalui perhatian dan dukungan fasilitas yang memadai dari pemerintah pusat, Bandara Kapten Mulyono diharapkan dapat memperkuat konektivitas udara di Kalimantan Tengah sekaligus menjadi penopang utama transportasi udara saat krisis bencana asap terjadi.
“Harapan kami sekali lagi kepada bapak presiden, agar pengembangan Bandara Kuala Pembuang ini dapat menjadi prioritas pertimbangan,” pungkasnya. (yad/ens)












