DPRD Kalimantan Tengah

‎Bundaran KB Sampit Diusulkan Ditata Ulang

18
×

‎Bundaran KB Sampit Diusulkan Ditata Ulang

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid. ‎BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

‎PALANGKA RAYA – Komisi IV DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) mengusulkan untuk menata ulang  kawasan Bundaran KB di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), agar lebih tertib dan representatif.

Anggota Komisi IV DPRD Kalteng, Abdul Hafid menilai kawasan yang menjadi titik nol ruas Jalan Sampit-Samuda  semakin padat oleh permukiman dan aktivitas usaha masyarakat.

‎‎Menurutnya penataan  mulai dipersiapkan dan diupayakan masuk dalam rancangan anggaran 2027. Penataan tidak hanya memperbaiki kondisi kawasan, tetapi juga dapat memperkuat fungsi Bundaran KB sebagai salah satu identitas kawasan.

‎‎”Saya mengusulkan agar kawasan bundaran ini ditata oleh provinsi. Semoga dengan penataan oleh provinsi, pemerintah kabupaten juga terdorong untuk menata bundaran ini sehingga ke depan bisa lebih ikonik,” ujarnya, Sabtu (3/10).

‎‎Hafid menjelaskan, kewenangan ruas jalan di kawasan tersebut berada pada pemerintah provinsi, sedangkan Bundaran KB merupakan aset Pemerintah Kabupaten Kotim. Karena itu, diperlukan koordinasi antarpemerintah agar penataan tidak berjalan sendiri-sendiri dan hasilnya dapat memberikan perubahan yang terlihat bagi masyarakat.

‎‎Usulan tersebut mendapat respons dari Dinas PUPR Kalteng. Kabid Bina Marga PUPR Kalteng, Chandra Puji Asmara, menyatakan pihaknya mulai menyiapkan konsep perencanaan untuk mendukung penataan kawasan tersebut.

‎‎Penataan bundaran ini juga akan mencakup pembangunan drainase sekaligus trotoar, termasuk untuk rencana pelebaran jalan di area bundaran,” jelasnya.

‎‎Penataan infrastruktur dinilai penting mengingat kawasan tersebut tidak hanya menjadi akses lalu lintas, tetapi juga berkembang sebagai ruang aktivitas masyarakat. Pembenahan drainase, trotoar dan pelebaran jalan diharapkan dapat membuat kawasan lebih aman sekaligus tertata.

‎‎Camat Mentaya Baru Ketapang, Irpansyah, menyambut baik rencana tersebut. Ia menyatakan siap membantu proses sosialisasi kepada warga sekitar apabila penataan mulai direalisasikan.

‎‎Bundaran KB juga memiliki nilai historis karena nama kawasan tersebut diambil dari tugu yang menjadi simbol program Keluarga Berencana dan telah lama dikenal masyarakat Sampit. DPRD Kalteng mendorong koordinasi provinsi dan kabupaten terus dilakukan agar rencana penataan dapat masuk tahap perencanaan dan direalisasikan secara bertahap.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *