Kapuas

BNPB Puji Tata Kelola Data BPBD Kapuas

18
×

BNPB Puji Tata Kelola Data BPBD Kapuas

Sebarkan artikel ini
KUJUNGAN : Tim Pengarah BNPB saat mengunjungi Posko Induk BPBD Kapuas beberapa hari lalu.

KUALA KAPUAS — Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta kekeringan yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, mendapat apresiasi dari Tim Pengarah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Apresiasi tersebut diberikan atas efektivitas penanganan di lapangan sekaligus sistem tata kelola data bencana yang dinilai transparan, komprehensif, dan informatif.

​Apresiasi tersebut disampaikan langsung dua anggota Tim Pengarah BNPB, Prof. Dirwansyah dan Prof. Ivan Elisabeth, saat melakukan kunjungan kerja ke Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Posko Induk Tim Terpadu Penanganan Karhutla dan Kekeringan Kabupaten Kapuas, baru-baru ini.

Tim BNPB menilai keterbukaan dan kerapian data di Posko Induk Kapuas layak dijadikan percontohan (benchmarking) bagi daerah lain yang rawan karhutla.

​Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Kapuas yang juga menjabat sebagai Ketua Harian Penanganan Darurat Karhutla dan Kekeringan, Pangeran S. Pandiangan, memaparkan secara rinci perkembangan penanganan di wilayahnya.

Pemaparan mencakup pemetaan luas wilayah terdampak, sebaran titik panas (hotspot) dan kejadian, pemetaan kekuatan personel, kesiapan peralatan operasional, pasokan logistik, hingga evaluasi dampak kesehatan terhadap masyarakat sekitar.

​”Tata kelola data yang disajikan sangat informatif dan akurat. Ketersediaan data yang terintegrasi seperti ini amat krusial untuk mengambil keputusan strategis secara cepat di lapangan,” ujar ketua Tim BNPB Kalteng Dirwansyah.

​Menanggapi apresiasi tersebut, Kalaksa BPBD Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, menyampaikan rasa terima kasih atas kunjungan dan arahan teknis dari Tim Pengarah BNPB. Ia menegaskan bahwa keberhasilan penanganan karhutla di Kabupaten Kapuas merupakan hasil kolaborasi lintas sektor yang terjalin erat.

​”Dukungan dan arahan dari BNPB menjadi motivasi serta penyemangat bagi seluruh tim di lapangan. Sinergi ini tidak hanya melibatkan BPBD, tetapi juga personel TNI, Polri, Brimob, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api (MPA), hingga jajaran relawan yang tak kenal lelah menjaga wilayah Kapuas,”katanya.

​Dengan adanya penguatan koordinasi dan transparansi data ini, Posko Induk Terpadu Kabupaten Kapuas optimistis dapat menekan potensi penyebaran titik api serta meminimalkan dampak kekeringan bagi masyarakat secara maksimal.(Alx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *