Kotawaringin Timur

Kuala Kuayan Dipilih karena Sudah Ditetapkan

22
×

Kuala Kuayan Dipilih karena Sudah Ditetapkan

Sebarkan artikel ini
PELANTIKAN : Bupati Kotim Halikinnor melantik dewan hakim, dewan juri dan panitera MTQ ke-57 dan FSQ tingkat Kabupaten Kotawaringin Timur, Kamis (1/10/2026). FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Penegasan Bupati Kotim saat Melantik Dewan Hakim dan Juri MTQ ke-57

SAMPIT – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) terus mematangkan persiapan pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) ke-57 dan Festival Seni Qasidah (FSQ) tingkat kabupaten tahun 2026. Salah satu tahapan penting event yang digelar pada 3-6 Oktober itu ditandai dengan pelantikan dewan hakim, dewan juri dan panitera, Kamis (1/10/2026) lalu.

Pelantikan tersebut dipimpin Bupati Kotim Halikinnor sebagai bagian dari persiapan sebelum rangkaian perlombaan dimulai. MTQ ke-57 tahun ini akan berlangsung di Kelurahan Kuala Kuayan, Kecamatan Mentaya Hulu. Wilayah tersebut mendapat giliran menjadi tuan rumah MTQ tingkat Kabupaten Kotim.

Halikinnor mengatakan, keberadaan dewan hakim, juri dan panitera sangat penting untuk memastikan seluruh cabang perlombaan berjalan sesuai ketentuan. Mereka juga memiliki tanggung jawab dalam menjaga proses penilaian agar berlangsung objektif dan tertib.

“Kita melantik dewan hakim dan dewan juri serta panitera. Ini mereka bertugas untuk MTQ ke-57 tingkat Kabupaten Kotim. Harapan kita, dengan melantik dewan hakim dan dewan juri serta panitera ini, mereka bisa bekerja dengan maksimal,” kata Halikinnor.

Pemilihan Kuala Kuayan sebagai lokasi pelaksanaan MTQ ke-57 juga menjadi perhatian. Terutama di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di sejumlah wilayah Kotim.

Menurut Halikinnor, Kuala Kuayan telah ditetapkan sebagai tuan rumah sejak jauh hari berdasarkan giliran penyelenggaraan. Selain itu, kondisi udara di wilayah tersebut relatif lebih baik dibandingkan Sampit yang dalam beberapa waktu terakhir terdampak kabut asap. “Kita melaksanakan di sana, memang sudah jauh-jauh hari memang giliran mereka sebagai tuan rumah. Juga memang di sana itu kondisi asap tidak seperti di Kota Sampit,” ujarnya.

Halikinnor menyebut, wilayah utara Kotim relatif lebih aman dari paparan asap karhutla. Salah satu faktor yang disebutnya adalah karakteristik lahan yang didominasi tanah mineral. “Di sana tidak ada asap. Kita bersyukur di daerah utara itu karena mungkin tanah mineral, sehingga begitu ada api, begitu dipadamkan tidak ada lagi asap. Tidak seperti di perkotaan,” ungkapnya.

Dengan kesiapan perangkat perlombaan dan lokasi yang telah ditentukan, Pemkab Kotim berharap MTQ ke-57 dan FSQ dapat berlangsung lancar serta menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengembangkan kemampuan di bidang seni baca Al-Qur’an dan seni qasidah. (pri/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *