Kapuas

Harga Cabai di Kapuas Makin “Pedas”

27
×

Harga Cabai di Kapuas Makin “Pedas”

Sebarkan artikel ini
SIDAK – Wakil Bupati Kapuas Dodo bersama Sekda, Kepala Perum Bulog, BPS, Asisten II, dan jajaran Tim TPID Kabupaten Kapuas saat memantau harga bahan di Pasar Blok R, Kelurahan Selat Tengah, beberapa hari lalu.

KUALA KAPUAS – Harga cabai di sejumlah pasar di Kapuas semakin “pedas”. Hal ini dampak dari kemarau panjang yang menyebabkan produksi cabai mengalami penurunan.

Berdasarkan pantauan di pasar Kapuas beberapa hari lalu, harga cabai berkisar Rp 90 ribu hingga Rp 110 ribu. Meski harganya naik, namun stok cabai di sejumlah pedagang dalam kategori aman mencukupi. Bahkan para pedagang dari Palangka Raya mengambil cabai di pasar Kapuas.

Sebelumnya Wakil Bupati Kapuas Dodo menggelar pemantauan harga bahan pokok di Pasar Blok R, Jalan Anggrek, Kelurahan Selat Tengah. Inpeksi mendadak ini menindaklanjuti hasil Rapat Teknis Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) terkait lonjakan harga komoditas pangan.

Dalam inpeksi itu Wabup yang didampingi Sekretaris Daerah Usis I. Sangkai, didampingi Asisten II Setda, dan sejumlah pejabat terkait melihat langsung perkembangan harga-harga sembako terutama komoditas cabai, yang diidentifikasi menjadi salah satu pemicu utama kenaikan angka inflasi di Kapuas.

Wakil Bupati Kapuas Dodo menyampaikan bahwa berdasarkan peninjauan dan dialog langsung bersama para pedagang di lapangan, ketersediaan serta rantai pasokan cabai di Kabupaten Kapuas sebenarnya berada dalam kondisi aman dan mencukupi.

“Secara umum kita mengecek kondisi harga dan pasokan, mengingat cabai menjadi salah satu penyumbang inflasi di tempat kita. Setelah kita cek ke pedagang, rantai pasok dan ketersediaan cabai terbilang cukup. Bahkan pedagang dari Palangka Raya hingga Sampit mengambil pasokannya dari Kapuas,” ujar Dodo.

Terkait fluktuasi harga yang masih relatif tinggi, para pemasok dan pedagang mengungkapkan sejumlah kendala utama di tingkat hulu dan distribusi. Musim kemarau panjang yang memicu penurunan hasil panen, ditambah kenaikan harga BBM serta antrean BBM bersubsidi, turut mendongkrak biaya logistik pengangkutan bahan pokok.

Menyikapi argumentasi tersebut, Pemkab Kapuas berkomitmen mengambil langkah komprehensif untuk mengurai persoalan harga tanpa mengganggu rantai distribusi yang sudah berjalan.

“Langkah ke depan, pemerintah daerah akan berkoordinasi secara komprehensif dengan pengelola pasar, distributor, serta pihak terkait untuk merumuskan solusi terbaik. Ketersediaan barangnya ada, tinggal bagaimana kita membenahi tata kelola dan menekan fluktuasi harganya agar tetap terjangkau oleh masyarakat,” pungkasnya. (alx/hms)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *