DPRD Kalimantan Tengah

‎Bambang Tanggapi Pernyataan Gubernur Kalbar

48
×

‎Bambang Tanggapi Pernyataan Gubernur Kalbar

Sebarkan artikel ini
Wakil Ketua Komisi II DPRD Kalteng, Bambang Irawan. BUDHI SEPRATAMA PUTRA//RADAR KALTENG

‎PALANGKA RAYA – Tudingan Gubernur Kalbar Ria Norsan bahwa kabut asap yang terjadi di daerahnya kiriman dari Kalteng mendapat tanggap serius Anggota DPRD Kalteng Bambang Irawan.

Ia meminta persoalan tersebut tidak berkembang menjadi saling menyalahkan antarprovinsi, karena penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) jauh lebih penting daripada memperdebatkan asal asap.

‎Seperti diketahui Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar), Ria Norsan saat meninjau karhutla di Kabupaten Kayong Utara menyebut pergerakan angin regional dapat membawa asap dari wilayah Kalteng menuju Ketapang dan Kayong Utara.

‎

‎Bambang menilai kondisi tersebut seharusnya menjadi alasan untuk memperkuat koordinasi antardaerah. Menurutnya, arah pergerakan asap sangat bergantung pada kondisi angin sehingga tidak tepat jika persoalan tersebut dijadikan dasar untuk saling menyalahkan.

‎

‎“Mengenai statement Gubernur Kalbar, tidak bisa saling menyalahkan dari mana asal asap,” katanya, Selasa (30/9).

‎Bambang mempertanyakan apakah pergerakan asap memang bisa dikendalikan oleh pemerintah daerah. Menurutnya, fokus utama harus diarahkan pada penanganan sumber kebakaran dan perlindungan masyarakat yang terdampak.

‎

‎“Memangnya kita bisa ngatur arah angin dan asap,” ujarnya.

‎

‎Bambang mengajak pemerintah di masing-masing wilayah untuk sama-sama prihatin terhadap kondisi masyarakat yang terdampak kabut asap. Ia menilai penanganan karhutla harus dilakukan secara bersama, tanpa memperbesar polemik mengenai wilayah mana yang menjadi sumber asap.

‎

‎“Seharusnya sama-sama prihatin dan ayo bersama-sama melakukan penanggulangan, jangan saling menyalahkan,” tegasnya.

‎

‎Menurutnya, setiap daerah tetap memiliki tanggung jawab untuk menangani titik kebakaran yang berada di wilayahnya. Koordinasi lintas provinsi juga diperlukan ketika dampak asap bergerak melewati batas administratif.

‎

‎“Sekarang saatnya kita bersama-sama menanggulangi di tempat masing-masing,” ucapnya.

‎

‎Bambang berharap persoalan asap tidak menjadi sumber ketegangan antarwilayah. Menurutnya, pemerintah Kalteng dan Kalbar perlu memperkuat komunikasi serta penanganan bersama agar dampak karhutla terhadap kesehatan, aktivitas masyarakat dan lingkungan dapat segera ditekan.(sep/*)

‎

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *