Seruyan

Untuk Meningkatkan Kompetensi Ustaz dan Ustazah

34
×

Untuk Meningkatkan Kompetensi Ustaz dan Ustazah

Sebarkan artikel ini
HADIR : Wakil Bupati Seruyan H Supian saat menghadiri kegiatan, Jumat malam (25/9/2026). FOTO HUMAS UNTUK RADAR KALTENG

Wabup Seruyan Buka Pembinaan Ustaz-Ustazah TKA/TPA Al-Qur’an dan Musda II BKPRMI

KUALA PEMBUANG – Wakil Bupati Seruyan H Supian membuka secara resmi Pembinaan Ustaz/Ustazah TKA/TP Al-Qur’an sekaligus Musyawarah Daerah II (Musda II) BKPRMI–LPPTKA Kabupaten Seruyan, Jumat malam (25/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti para ustaz dan ustazah serta jajaran pengurus BKPRMI dan LPPTKA Kabupaten Seruyan. Turut hadir Kepala Kantor Kementerian Agama Seruyan, perwakilan DPW BKPRMI Provinsi Kalteng, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta undangan lainnya.

Ketua DPD BKPRMI Seruyan H Basas dalam laporannya menyampaikan, pembinaan dilaksanakan selama tiga hari dengan peserta 26 ustaz dan ustazah. Kegiatan tersebut didukung melalui pendanaan dari Pemerintah Kabupaten Seruyan.

Pembinaan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dan kompetensi para ustaz dan ustazah dalam mendidik generasi muda, khususnya melalui Taman Kanak-Kanak Al-Qur’an dan Taman Pendidikan Al-Qur’an.

Sementara perwakilan DPW BKPRMI Provinsi Kalimantan Tengah H Abdul Majid menyampaikan pentingnya peningkatan kualitas tenaga pendidik Al-Qur’an. Materi yang diperoleh selama pembinaan diharapkan tidak berhenti pada peserta, tapi dikembangkan dan dibagikan kepada para pengajar lainnya di daerah masing-masing.

Wakil Bupati Seruyan H Supian mengapresiasi panitia dan jajaran BKPRMI Seruyan yang terus berupaya menghidupkan pembinaan keagamaan di Kabupaten Seruyan.

Menurut wabup, Pemkab Seruyan mendukung berbagai aktivitas BKPRMI, terlebih organisasi tersebut memiliki peran strategis dalam pembinaan umat dan generasi muda.

“BKPRMI merupakan sebuah wadah membina umat dan mengembangkan sumber daya manusia yang ada di Seruyan. Terutama generasi muda kita. Kita berusaha bagaimana membentengi pemuda-pemuda kita agar terhindar dari berbagai pengaruh negatif,” tegasnya.

Menurut Supian, keberadaan TKA dan TPA Al-Qur’an menjadi salah satu bukti nyata peran BKPRMI dalam menanamkan nilai-nilai keagamaan sejak dini sekaligus membentuk generasi yang mencintai Al-Qur’an.

Kepada para ustaz dan ustazah, wabup berpesan agar mengikuti seluruh rangkaian pembinaan dengan serius sehingga pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh diterapkan di tempat mengajar masing-masing. “Dengan adanya pembinaan ini, TKA dan TPA Al-Qur’an yang dikelola bapak dan ibu sekalian semakin baik dan maju,” harapnya.

Wabup juga menyinggung perhatian pemerintah daerah terhadap kesejahteraan para tenaga pengajar Al-Qur’an. Ia menyampaikan bahwa pemerintah daerah terus berupaya mencari mekanisme dan solusi agar dukungan bagi para ustadz dan ustadzah pengajar Al-Qur’an dapat diwujudkan sesuai ketentuan yang berlaku.

Terkait Musda II, wabup berharap forum tersebut tidak hanya menjadi agenda pemilihan kepengurusan maupun penyusunan program kerja. Musda juga harus menjadi momentum mengevaluasi program-program yang telah dilaksanakan. “Program yang belum terlaksana dan kendala yang dihadapi perlu dikaji dan dipelajari, sehingga pada tahun berikutnya dapat dilaksanakan dengan lebih baik,” pesannya.

Ia berharap kepengurusan yang terbentuk nantinya mampu membawa BKPRMI Seruyan semakin maju, aktif dan terus berkiprah di tengah masyarakat dalam membina generasi Islam yang Qur’ani. (yad/ens)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *