Kalimantan TengahPalangka Raya

Dampak Abu Vulkanik Krakatau, 6 Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Dibatalkan

289
×

Dampak Abu Vulkanik Krakatau, 6 Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Dibatalkan

Sebarkan artikel ini
Dampak Abu Vulkanik Krakatau, 6 Penerbangan di Bandara Tjilik Riwut Dibatalkan.

PALANGKA RAYAb – Aktivitas penerbangan di Bandar Udara (Bandara) Tjilik Riwut Palangka Raya terdampak sebaran abu vulkanik Gunung Krakatau. Sebanyak enam penerbangan terpaksa dibatalkan pada Minggu (6/9/26).

Pembatalan dilakukan setelah pihak bandara memantau kondisi atmosfer dan perkembangan sebaran abu vulkanik yang dinilai berpotensi mengganggu keselamatan operasional penerbangan.

General Manager Bandara Tjilik Riwut, I Made Dermawan, mengatakan keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan aspek keselamatan dan keamanan penerbangan.

“Berdasarkan hasil pemantauan dan pertimbangan aspek keselamatan serta keamanan penerbangan, pada Minggu (6/9/26) terdapat enam penerbangan yang sementara dibatalkan akibat dampak abu vulkanik Gunung Krakatau,” ujar Made dalam keterangannya.

Enam penerbangan yang terdampak terdiri dari empat penerbangan keberangkatan dan dua penerbangan kedatangan.

Penerbangan yang mengalami pembatalan dari Bandara Tjilik Riwut menuju Jakarta yakni:

  1. Batik Air ID 6201, rute PKY–CGK, jadwal keberangkatan 07.00 WIB.
  2. Garuda Indonesia GA 551, rute PKY–CGK, jadwal keberangkatan 07.10 WIB.
  3. Super Air Jet IU 651, rute PKY–CGK, jadwal keberangkatan 13.15 WIB.
  4. Citilink Indonesia QG 453, rute PKY–CGK, jadwal keberangkatan 14.05 WIB.

Sementara itu, dua penerbangan yang dijadwalkan tiba di Palangka Raya juga terdampak.

Kedua penerbangan tersebut yakni Super Air Jet IU 650 rute CGK–PKY dengan jadwal tiba pukul 12.35 WIB dan Citilink Indonesia QG 452 rute CGK–PKY dengan jadwal tiba pukul 13.35 WIB.

“Dengan demikian, total terdapat enam flight yang terdampak, terdiri atas empat penerbangan keberangkatan dan dua penerbangan kedatangan,” jelas Made.

Pihak Bandara Tjilik Riwut bersama stakeholder terkait hingga kini masih melakukan pemantauan terhadap perkembangan sebaran abu vulkanik.

Koordinasi juga terus dilakukan untuk menentukan langkah operasional penerbangan selanjutnya.

“Penyesuaian operasional dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan keamanan penerbangan,” tegasnya.

Made mengimbau calon penumpang yang memiliki jadwal penerbangan dari maupun menuju Palangka Raya untuk tidak hanya mengandalkan jadwal awal penerbangan.

Penumpang diminta terus memantau informasi resmi dari maskapai masing-masing terkait perubahan jadwal, pembatalan, maupun penanganan penerbangan.

“Informasi mengenai penerbangan selanjutnya akan disampaikan berdasarkan perkembangan kondisi dan hasil evaluasi terbaru,” tandasnya. (ifa/)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *