Terbanyak di Tumbang Nusa Mencapai 192,29 Hektare
PULANG PISAU – Kemarau panjang berdampak pada kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai daerah. Termasuk halanya di Kabupaten Pulang Pisau. Data dari Pusdalops Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulang Pisau sejak 1 Januari hingga 1 September 2026, titik api atau hotspot di wilayah Pulpis mencapai 6.665 dan luas lahan terbakar 616,46 hektare.
Sebaran karhutla di Kecamatan Kahayan Kuala 12 kejadian dan lahan terbakar 80 hektare. Kecamatan Sebangau Kuala 10 kejadian dan luas lahan terbakar 41,25 hektare, Kecamatan Pandih Batu 6 kejadian dan luas lahan terbakar 106 hektare, Kecamatan Maliku 3 kejadian dan luas lahan terbakar 2,5 hektare, Kecamatan Kahayan Hilir 10 kejadian dengan luas lahan terbakar 23,8 hektare, Kecamatan Kahayan Tengah 12 kejadian dengan luas lahan terbakar 10,84 hektare, Kecamatan Banama Tingang 11 kejadian dan luas lahan terbakar 4,7 hektare.
Sementara Kecamatan Jabiren Raya 6 kejadian karhutla dengan luas lahan terbakar 347,79 hektar. Di Desa Tumbang Nusa luas lahan terbakar 192,29 hektare dan Desa Tanjung Taruna 98 hektare terbakar.
Saat Bupati Pulpis H Ahmad Rifa’i bersama Satgas Karhutla menuju Tumbang Nusa, Senin (31/8/2026) malam untuk memadamkan api, dikejutkan dengan temuan beberapa titik api baru menyala dan ada jerigen berisi bensin untuk membakar lahan oleh orang tidak dikenal (OTK) di Jalan Trans Kalimantan, Desa Gohong, Kecamatan Kahayan Hilir.
Pada Selasa (1/9/2026) siang muncul titik api di Desa Hanjak Maju. Bupati Ahmad Rifa’i langsung menuju lokasi membantu tim pemadam bersama Satgas Karhutla.
Sementara Plt Kalaksa BPBD Pulang Pisau Osa Maliki mengimbau masyarakat tidak membakar lahan. “Pencegahan karhutla bukan hanya tanggung jawab petugas, tapi membutuhkan kepedulian seluruh masyarakat agar kebakaran tidak meluas dan kabut asap tidak semakin parah,” kata Osa Maliki. (ung/ens)












