Kapuas

Pemkab Kapuas Gelar Rakor Penentuan Status Bencana

44
×

Pemkab Kapuas Gelar Rakor Penentuan Status Bencana

Sebarkan artikel ini
RAPAT : Bupati Kapuas HM Wiyatno saat memimpin Rakor pembahasan karhutla dan kekeringan di Kabupaten Kapuas. ALX

KUALA KAPUAS – Pemerintah Kabupaten Kapuas menggelar rapat koordinasi (Rakor) lanjutan untuk membahas penentuan status bencana Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta kekeringan di wilayah Kabupaten Kapuas.

Rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Bupati Kapuas HM Wiyatno, didampingi Wakil Bupati Kapuas Dodo serta Sekretaris Daerah Kapuas Usis I Sangkai, berlangsung di Ruang Rapat Kantor Bupati Kapuas pada Senin (31/8) malam.

Agenda utama rapat ini berfokus pada evaluasi perkembangan kondisi Karhutla dan ancaman kekeringan di lapangan, sekaligus merumuskan langkah-langkah penanganan strategis yang perlu diambil oleh pemerintah daerah.

Berdasarkan paparan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas, kondisi cuaca di wilayah tersebut masih memerlukan kewaspadaan tinggi.

​Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi curah hujan di wilayah Kalimantan Tengah pada September 2026 berada pada kategori rendah, yaitu berkisar antara 0 hingga 100 milimeter.

Saat ini, Kabupaten Kapuas berada dalam status Siaga peringatan dini kekeringan meteorologis dasarian III Agustus 2026. Sejumlah lokasi bahkan dilaporkan telah mengalami Hari Tanpa Hujan (HTH) dengan kategori panjang hingga kekeringan ekstrem.

​Dari sisi Karhutla, data rekapitulasi BPBD per 30 Agustus 2026 mencatat adanya peningkatan aktivitas titik panas dan kebakaran lahan ​Titik Panas (Hotspot) 14.517 titik, Kejadian Karhutla 173 kejadian, ​Luas Area Terbakar 1.002,92 hektare, ​Upaya Pemadaman Darat 121 kali, ​Upaya Pemadaman Udara (Water Bombing) 3 kali, ​Pengecekan Lapangan (Groundcheck) 89 kali.

​Kecamatan Mantangai menjadi wilayah dengan sebaran titik panas tertinggi, yakni mencapai 8.173 titik. Wilayah lain yang mencatatkan jumlah hotspot signifikan meliputi Kecamatan Kapuas Tengah (2.716 titik), Dadahup (953 titik), Timpah (821 titik), dan Kapuas Murung (708 titik).

​Pemerintah Kabupaten Kapuas terus melakukan sinkronisasi data dan koordinasi penanganan guna mengantisipasi dampak kekeringan yang meluas serta menekan lonjakan kasus Karhutla di wilayahnya.(Alx)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *